Tampilkan postingan dengan label language. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label language. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

Belajar Bahasa Arab: Bilangan


ﺃﻟْﻌَﺪَﺩْ ـ
Al 'adad (nomor/bilangan)

1: wa~hidun
2 : itsnãin
3 : tsalãtsah
4 : arba'ah
5 : khamsah
6 : sittah
7 : sab'ah
8 : tsamãniyyah
9 : tis'ah
10 : 'Asyarah
11 : ahada 'asyar
12 : itsnã 'asyar
13 : tsalãtsah 'asyar
20 : 'isyrûn
21 : wãhid wa 'isyrun
22 : itsnatãn wa 'isyrun
30 : tsalãtsatun
40 : arba'ûn
50 : khomsûn
60 : sittûn
70 : sab'ûn
80 : tsamãnûn
90 : tis 'ûn
100 : mi ah
200 : mi atãn
300 : tsalãtsu miah
400 : arba'u miah
500 : khomsu miah
1000 : alfun
2000 : alfãn
3000 : tsalãtsah ãlãf
5000 : khomsa ãlãf
10.000 : 'asyarah ãlãf
20.000 : 'isyrûn alfan
50.000 : khomsûn alfan
100.000 : miah alfan
1 juta : milyûn
2 juta : milyûnãn
3 juta : tsalãtsah malãyîn
5 juta : khomsah malãyîn
1 Milyar : milyãr
2 Milyar : milyãrãn
5 milyar : khomsah milyãrãt
10 milyar : 'asyrah milyãrãt
20 milyar : 'isyrun milyãra
1 trilyun : bilyûn

Oleh: Fadly

Belajar Bahasa Arab: Tempat


Mufrodat alyaum

al-amaakin wa maa yata'alaq ma'ahaa
الأمامن و ما يتعلق معها
Tempat2 dan apa2 yg brhubungan dgnnya

apotik/ soydaaliyah/ صيدالية
Bandara/ mathoor/ مطار
Desa/ qoryah / قرية
Terminal / mawqifussayaaroot  / موقف السيارات
hotel / funduq/ فندق
Rumah sakit/ Mistasyfaa/ مستشفى
Universitas/ Jaami'ah/ جامعة
swalayan/ matjar/ متجر
Taman/ hadiiqoh/ حديقة
Pantai/ syaath iul bahr/ شاطئ البح
depan/ amaam / أمام
Belakang/ kholfa atau waroo-a / خلف / وراء
Samping/ Jaanib/ جانب
Di luar/ khoorij/ خارج
Di dalam/ Daakhi/ داخل
Di / di dalam/ fii/ في
Di antara/ baina/ بين
Pergi/ dzahaba - yadzhabu/ ذهب يذهب
Membeli/ isytaro yasYtari/ اشترى يشتري
Bertemu/ qoobala yuqoobilu / قابل يقابل
Bepergian/ saafaro yusaafiru/ سافر يسافر
Mengunjungi/ zaaro yazuuru/ زار يزور
Dimana/ ainaa/ أين
Kapan/ mataa/ متى
Berapa (menanyakn harga) / bikam/ بكم
Menjemput/ menyambut / istaqbala yastqbilu /استقبل يستقبل
Menemani/ roffaqo yuroffiq/ رفق يرفق

Thoyyib, kunna qod darosnaa fii liqoo-i al-maadhi 'an isim mufrod, mutsanna wa jama'.

طيب كنا  قد درسنا في لقاء الماضي عن اشم مفرد مثنى و جمع

Baik,  pertemuan sebelumnya kita tlh bljr ttg isim mufrad,  mutsanna dan jama'.

Wal-aan sanabhats insyaa Allah 'an ismun nakiroh wa ismun ma'rifah

و الآن سنبحث إنشا الله عن اسم نكرة و اسم معرفة

Dan sekarang kita akan membahas ttg isim nakiroh dan isim ma'rifah.

1.Isim nakiroh

adalah isim yg masih belum jelas peruntukkannya. di tandai dgn tidak memiliki alif lam / ال

contoh: kitaabun/ كتاب

Rojulun/ رجل

perempuan/ Mar-atun/ مرأة

semua isim di atas masih blm jelas peruntukkannya. rojulun/laki2 yg mana,  kitabun/buku yg mana, buku apa? milik siapa? jadi masih bersifat umum.

2. isim ma'rifah

adalah isim lawan dr isim nakiroh, artinya barang atau isim yg di jelaskan jelas peruntukannya yg mana,  atau milik siapa,  atau siapa.

yg termasuk isim ma'rifah

> nama org/ tempat
contoh: muhammad, Arifin/ عارفين

Madrosah dll.

> isim yg memiliki alif lam.

contoh:
al-kitab/الكتاب/ Buku itu/ini
dll.

kata yg memiliki alif lam biasanya dalam sbuah nash/ tulisan ia akan muncul setelah setelah di sebutkan di kalimat sblumnya.
contoh: dlm surah arrahman ayat 46 ada kata jannataani (dua syurga) yg trmasuk isim nakiroh. kemudian pada ayat brikutnya (54) trdpt kata al-jannataani maka yg di maksud di sini adalah jannah yg dmaksudkn ayat sebelumnya (46).

Oleh: Andi

Belajar Bahasa Arab: Transportasi


Mufrodat alyaum..
wasaailu almuwaasholaat wa maa yata'allaq ma'ahaa
وساءل المواصلات و ما يتعلق معها
Sarana transportasi dan apa2 yg brhubungan dgnnya

bis/ haafilah/ حافلة
mobil/ sayyaaroh/ سيارة
Kapal/ safiinah/ سفينة
Kereta api/ Qithoor/ قطار
Sepeda/ darroojah/ دراجة
Sepeda motor/ jawwaalah= Darrojatun naariyatun/ جوالة Bisa juga دراجة نارية
Ambulan/ sayyaarotul is'aaf/ سيارة الإسعاف
Tiket/ tadzkiroh/ تذكرة
Take off/ ghoodaro yughoodiru/ غادر يغادر
Landing/ habatho yahbitu/ هبط يهبط
Naik (kedaraan) / rokiba yarkabu/ ركب يركب
turun/ nazala yanzulu / نزل ينزل
Melewati/ marro yamurru/ مر يمر
Paspor/ jawazussafar/ جواز السفر
Visa masuk/ ta'syiirotuddukhul / تأشيرو اادخول
Visa keluar/ ta'syiirotulkhuruuj / تأشيرة الخروج

Oleh: Andi.

Senin, 25 Maret 2013

Belajar Bahasa Arab:


Thoyib, kmrn kita udh bhs isim scr jenis yg trbagi mudzakkar n mu-annats. skrg brdsrkn bilangan.
terbagi mnjadi 3:

)l( isim mufrod yaitu isim yg, munjukkn bnda  tunnggal. contoh:
qolamun,kitabun, mirwahatun(kipas angin/ مروحة )

)l( isim mutsanna, isim yg mnunjukkan jumlah bnda brjumlah 2. Contoh:
kitabani (كتابان / Dua buku), haqibataani ( حقيبتان /  dua tas),
Muslimaini atau muslimaani / مسلمين Atau مسلمان
Tandanya adalan alif nun/ ان Dan yaa nun/ ين
)l( Jama' mnunjukkn bnda lbih dr 2. trbagi lg jadi 3,

*jama' maudzakkar salim yaitu mnunjukan kata benda laki2 yg lebih dr 2. di tandai dgn waw nun/ ون Dan yaa nun / ين

contoh:
Dosen2 /Mudarrisuun/ مدرسون
Atau  dosen2 /mudarrisiin/ مدرسين
haadhiruun/ حاضرون
Atau haadhiriin/ حاضرين
yg artinya org2 yg hadir.

*jama' mu-annats saalim yaitu yg menunjukkan kata benda perempuan yg lebih dr 2 di tandai dgn alif ta/ ات .

contoh:
Para mahasiswi/ tholibaat/ طالبات
mobil-mobil/ sayyaaroot/ سيارات

*jama' taksir yaitu jama' yg rusak atau gak beraturan perubahannya.
prubahannya ada 3 macam:

1. perubahan harokat

contoh:
Singa/asad/ أسد jama'nya menjadi usud/أسد

2. penambahan huruf

contoh:
Laki2 (satu org)/ rojulun/ رجل
Menjadi rijaalun/ رجال
tahun / sanah/ سنة
Menjadi sanawaat/ سنوات
tahun/'aamun/ عام Mnjadi a'waam/ أعوام

3. pengurangan huruf
contoh:
Buku/kitaabun/كتاب
menjadi kutub/ كتب

karenanya utk mmstikan bntuk prubhn jama' taksir harus melihat mu'jam/kamus

demikian, bersambung...

Mufrodat/ Kosakata/مفردان hari ini/alyaum/اليوم

AC/mukayyif/ مكيف
Kipas angin/mirwahah/ مروحة
Gambar/ shuroh/ صورة
Hordeng/sitaaroh/ ستارة
Lantai/ Bilaath/ بلاط
Lemari/khizaanah/ خزانة
Dapur/ mathbakh/ مطبخ
Kamar mandi/hamaam/ حمام
Kamar/ hujroh / ghurfah/ حجرة غرفة

Lanjut ke kalimat tanya:
ﺃﻼِﺳْﺘِﻔَﻬَﺎﻣَﺎﺕُ ـ

Al istif ha~ ma~tu

KALIMAT TANYA
1. Apakah : ma~ / ma~dza~
2. Dgn apakah : bima~ / bima~dza~
3. Dari apakah : mimma~/mimma~dza~
4. Mengapa : lima~ / lima~dza~
5. Dlm hal apa : fima~ / fima~dza~
6. Siapa : man
7. Milik siapa : liman
8. Dari siapa : mimman
9. Kepada siapa : man
10. Dimanakah : aina
11. Dari manakah : min aina
12. Kemanakah : ilaa aina
13. Kapankah : mata~
14. Sampai kapan : li~ mata~
15. Sejak kapan : mundu mata~
16. Yg manakah : ayyun
17. Dgn apakah : biayyi syai'in
18. Utk apakah : liayyi syai'in
19. Atas dasar apakah : 'ala~ ayyi syai'in
20. Bagaimanakah : kaifa
21. Berapa : kam / bikam
22. Apakah (ya atau tdk) : hal
23. Apakah (pilih salah satu) : A


Oleh: Andi &Fadly










































































Belajar Bahasa Arab: Isim dan Dhomir


JUST FOR INFORMATION

ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺎﺕ 'an ma'luwma~t

Isim atau kata benda terbagi atas 21 jenis atau lebih antara lain isim :

1. Ma'rifah

2. Nakirah

3. Dhamir

4. Zhahir

5. Isyarah

6. Mausul

7. Istifham

8. Mufrad

9. Tasniyah

10. Jama'

11. Jama' Mudzakkar Salim

12. Jama' Muanas Salim

13. Jama' Taksir

14. Masdar

15. Fail

16. Maf'ul

17. Alat

18. Zaman

19. Makan

20. Tafdhil

21. Asma'ul Khamsah

Dhamir atau Kata Ganti terbagi atas 5 jenis، yakni :

1. Dhamir Mutakallim - Kata Ganti Org Pertama

ﺃﻧﺎ ana : saya

ﻧﺤﻦ nahnu : kami

2. Dhamir Mukhaththab Mudzakkar - Kata Ganti Org Kedua Laki2

cth :

ﺃﻧﺖ anta : kamu (LK)

ﺃﻧﺘﻤﺎ antuma : kalian (2 org LK)

ﺃﻧﺘﻢ antum : kalian (jamak LK)

3. Dhamir Mukhaththab Mu'annats - Kata Ganti Org Kedua (PR)

ﺃﻧﺖ anti : kamu (PR)

ﺃﻧﺘﻤﺎ antuma  : kalian (2 org PR)

ﺃﻧﺘﻦ antunna : kalian (jamak PR)

4.Dhamir Ghayb Mudzakkar - Kata Ganti Orang Ketiga LK

ﻫﻮ huwa : dia (LK)

ﻫﻤﺎ huma : mereka (2 org LK)

ﻫﻢ hum : mereka (jamak LK)

R)

5.Dhamir Ghayb Mu'annats - Kata Ganti Orang Ketiga PR

ﻫﻲ hiya : dia (PR)

ﻫﻤﺎ huma : mereka (2 org PR)

ﻫﻦ  hunna : mereka (jamak PR)


Oleh: Fadly Irmawan

Belajar Bahasa Arab: Hobi


Alhamdulillaah, saya diajak oleh Kak Yeti Lismani untuk bergabung di grup WhatsApp Belajar Bahasa Arab. Berikut materi yang disampaikan di grup tersebut:

ﺃﻟﻬﻮﺍ ﻳﺔ al hiwayah : hobi

ﻣﺎﻫﻮﺍﻳﺘﻚ؟ ma hiwayatuka? : apa hobimu?

ﻫﻮﺍﻳﺘﻲ ﺍﻟﻘﺮﺍءﺓ hiwayati al qira ah : hobi saya membaca

selain membaca ada juga :

ﺃﻣﺮﺍﺳﻠﺔ al mursalah : berkirim surat

ﺃﻟﺮﻳﺎﺿﺔ ar riyadhah : olah raga

ﺃﻟﺮﺣﻠﺔ ar rihlah : jalan-jalan

ﻛﺮﺓ ﺍﻟﻘﺪﻡ kurratul qadam : sepak bola

ﺃﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ al kitabah : menulis

ﺍﻟﺴﺒﺎﺣﺔ as siba~hah : renang

ﺃﺍﻟﺮﺳﻢ ar rasm : melukis

tafadhal utk melakukan fusha atau percakapan seputar hobi.

Sebelum kembali fi'I'll kita bahas dulu ttg

KEINGINAN ﺃﻹﺭﺍﺩﺓ

ﻣﺎﺫﺍﺗﺮﻳﺪ؟ ma~za~ turiyd? : kamu ingin apa?

ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﺫﻫﺐ ﺇﻟﻲ ﺍﻟﺤﺎ ﻧﻮﺕ

uridu an adz haba ilal ha~nu~t

saya ingin pergi ke warung

ﻻ ﺃﺭﻳﺪ

la~uriydu : saya tdk ingin...

ﻻﺃﺭﻳﺪﺷﻲءﺍ

la~ uriydu syaia~n : saya tdk ingin apa2

selain uriydu dapat jg menggunakan kata lain yg bermakna "ingin"، yakni :

ﺗﺒﻐﻲ tabghiy

ﻋﺰﻣﺖ 'azamta

cth:

ﺃﺑﻐﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﺇﻟﻲ ﻣﺎﻟﺰﻳﺎ

abghiy as safar ila~ ma~liziya

saya ingin berpergian ke Malaysia

ﻋﺰﻣﺖ ﺃﻥ ﺃﺣﺞ ﺇﻟﻲ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﻠﻪ

'azamtu an ahujja ila~ baytillah

saya ingin naik haji ke baitullah

apa beda uriydu dgn tabghiy dan 'azam?

bedanya dlm tingkat ke sungguhan.

uriydu mengekspresikan ingin dlm rentang standar atau biasa saja.

tabghiy lebih mau lg

kalau 'azamta itu sdh pd tingkat bertekad sungguh sungguh.

makanya ALLAH berfirman :

ﻓﺈﺫ ﻋﺰﻣﺖ ﻭﺗﻮﻛﻞ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ

fa idza 'azamta wataakkal 'alallah

"ketika sudah berkeinginan kuat (tekad) maka bertawakal pd Allah"

Oleh: Rohsyiandi Santika

Rabu, 13 Februari 2013

Tentang Kepo


1. Kepo

Indonesian slang, which comes from Hokkien language (usually used by some communities in Medan, Palembang, and Pekanbaru) and then become a loanwords in Singlish (Singaporean-English)

"Kaypoh" which means "really curious" defines a condition when a person wanna know about everything.

Yet Kepo stands for "Knowing Every Particular Object", defines the same like what "Kaypoh" means.

It's a different language, but has the same definition at the same time.

"How much did your Boss pay you?"
"Why are you so kepo?"


2. kepo

Kepo is everything and anything. It could be used as adjective, noun, and/or verb

Via Urban Dictionary

Senin, 14 Januari 2013

The Many Emotions for Which English Has No Words


Written by Megan Garber


You know that sorry state of affairs that is actually looking worse after a haircut? Or the urge to squeeze something that is unbearably cute? Or the euphoria you feel when you're first falling in love?

These are common things -- so common that they're among the wonderfully delightful and excruciatingly banal experiences that bind us together as humans. And yet they are not so common, apparently, that the English language has found words to express them. The second-most-spoken language in the world, as a communications system, sometimes drops the ball when it comes to de-idiomizing experience -- a fact that we are reminded of anew in the image above. 

The infographic (full-size version here), created by design student Pei-Ying Lin, visualizes the relationship between a selection of foreign emotion-words and English ones. Depicted in the chart, which is published in PopSci, are five basic emotions (the large, yellow circles), along with several descriptive words related to each of those umbrella emotions (the smaller, green circles). Lin used descriptions from several-language-speaking sources to place foreign words -- the terms for which English has no synonyms, as depicted with large, red circles -- on the map, resulting in an emotion-constellation that is so delightful, it may well inspire in you some gigil (Filipino: roughly, "the urge to squeeze the cute"). 

While Lin's graphic is fantastic, however, it is also incomplete: There are many, many more conditions out there that English has failed to find words for. Which made me curious: What are those conditions, exactly? What are some other emotions and situations for which the grand technology of the English language has proven inadequate? 

Here, selected from the blog So Bad So Good, are some of my favorites:

Age-otori (Japanese): To look worse after a haircut

Arigata-meiwaku (Japanese): An act someone does for you that you didn't want to have them do and tried to avoid having them do, but they went ahead anyway, determined to do you a favor, and then things went wrong and caused you a lot of trouble, yet in the end social conventions required you to express gratitude

Backpfeifengesicht (German): A face badly in need of a fist

Forelsket (Norwegian): The euphoria you experience when you are first falling in love

Gigil (pronounced Gheegle; Filipino): The urge to pinch or squeeze something that is unbearably cute

Litost (Czech): A state of torment created by the sudden sight of one's own misery

Manja (Malay): "To pamper," it describes gooey, childlike, and coquettish behavior by women designed to elicit sympathy or pampering by men

Pena ajena (Mexican Spanish): The embarrassment you feel watching someone else's humiliation

Sgriob (Gaelic): The itchiness that overcomes the upper lip just before taking a sip of whisky

Tatemae and Honne (Japanese): What you pretend to believe and what you actually believe, respectively

Tingo (Pascuense language of Easter Island): To borrow objects one by one from a neighbor's house until there is nothing left

Waldeinsamkeit (German): The feeling of being alone in the woods

But my personal favorite -- only because I have occasion to use it approximately 10 times a day -- is this:

L'esprit de l'escalier (French): Usually translated as "staircase wit," the act of thinking of a clever comeback when it is too late to deliver it

Source: The Atlantic

Sabtu, 12 Januari 2013

Keep Calm and Say It Plainly



Ever since I first read an ancient edition of Ernest Gowers' book on plain English about fifteen years ago, I've tried to put his guidelines into practice whenever I write. I don't always get it right – I'm sure you'll catch me out in this piece of writing – but I always try.

What is plain English, and why should you use it?
Simply put, plain language is language that's easy for the reader to understand. These two quotes from authorities in the field explain it better than I can:

'Writing is an instrument for conveying ideas from one mind to another; the writer's job is to make the reader apprehend his meaning readily and precisely.' – Sir Ernest Gowers in The Complete Plain Words (1954).
 'Plain English refers to the writing and setting out of essential information in a way that gives a co-operative, motivated person a good chance of understanding it at first reading, and in the same sense that the writer meant it to be understood.' – Martin Cutts in Oxford Guide to Plain English (2004).
With these definitions in mind, the second part of the question (WHY plain English?) is perhaps already answered. When you write something, you usually want the person who reads it to understand it perfectly. There are exceptions, but we'll look at these in another post.

When should you use plain English?
It's nearly always important to get your meaning across clearly, but sometimes it's vital (that is, 'essential, absolutely necessary'), such as when you write instructions that could lead to damage, injury, death, financial loss, and so on, if your reader is unable to understand you.

Somewhat less dramatically, if you want your reader to do what you tell them to do (or feel the way you want them to feel) when they read what you've written, you should use plain language.

Some rules for writing plain English
I like the six rules that George Orwell set out for writing English in his essay "Politics and the English Language" (1946). I've quoted Orwell's rules below, with some of my own notes and further information for each.

1. Never use a metaphor, simile, or other figure of speech which you are used to seeing in print.
Avoiding stilted writing of this kind can be difficult, but if you succeed it will keep your writing fresh, and force you to think more carefully about what you're trying to say – which is usually a good thing.
You can read our blog post on avoiding clichés for further help with this.

2. Never use a long word where a short one will do.
On my regular bus to and from Oxford, there's a row of fold-up seats near the front. On the bottom of each seat, a notice reads 'PLEASE NOTE THAT THIS SEAT WILL FOLD UP AUTOMATICALLY WHEN VACATED'. While this isn't the worst example of unnecessarily long or unfamiliar words used in public notices that I've seen, the last word always jars my plain-English senses. 'When vacated' here is an offical-sounding way of saying 'when you get up'. This is important to understand if you're planning to get up to press the bell … and sit back down. 'When vacated' also breaks rule 4 below – it doesn't say who does the 'vacating'.

I'd want to reword the notice as something like:
Be careful! When you get up, this seat will fold up automatically.

I don't object to the longer word 'automatically' in this sentence. The writer could have used 'by itself', but 'automatic' is a fairly common word (also used for 'automatic doors', and so on).

3. If it is possible to cut a word out, always cut it out.
This rule is about cutting out verbiage. You can find examples and guidance on the subject of avoiding redundant expressions on the Oxford Dictionaries blog.

4. Never use the passive where you can use the active.
This could be a blog post in itself, but for now, these are the basics:

An active verb has a subject which is performing the action of the verb, for example:
The teenagers fixed the fence.

['Fixed' is the verb. 'The teenagers' are the subject – they were doing the fixing. Good for them!]

A passive verb has a subject which is undergoing the action of the verb, rather than carrying it out, for example: The fence was fixed.
[…but we don't know who did it. The fence didn't do anything. It just stood there, passively, being a fence, while being fixed by a hidden hand.]

Martin Cutts amends Orwell's rule to 'Prefer the active voice unless there's a good reason for using the passive', and devotes a short, very useful chapter to this in the Oxford Guide to Plain English.

In short, if you know who the 'do-er' or subject in the sentence is, it's better to name this person or thing and rewrite the sentence in the active voice (in other words, make the 'do-er' the subject of the sentence). So rather than saying:

These mistakes should be rectified at your soonest convenience.

You could perhaps say:
You should correct these mistakes as soon as you can.

You'll notice I've also changed 'rectified' and 'at your soonest convenience'. The first is, to my ear, a less familiar and therefore less readily understood word for 'correct' or even 'fix'. The second, 'at your soonest convenience' is one of those stale, wordy phrases that have lost their flavour, and should be stamped out if you spot them.

5. Never use a foreign phrase, a scientific word, or a jargon word if you can think of an everyday English equivalent.
Jargon, by definition, is the opposite of plain English. Jargon is 'special words or expressions used by a profession or group that are difficult for others to understand'. This post on the Oxford Dictionaries blog looks at some of the worst examples of corporate jargon.

It's important to avoid jargon when you're talking to people outside of your field, or writing documents or instructions for public use. Of course, it can sometimes be appropriate to use less-than-plain language in your work or studies. For example, if you're writing an article on a scientific topic for a journal, you can't (and shouldn't) avoid using longer words and phrases that aren't familiar to everybody. If you're a Marketing Executive and you're writing a report for your Marketing Manager, you could probably use terms and phrases that are specific to your department or specialism, safe in the knowledge that your reader will understand the meaning you want to get across. You can write 'devise strategies to drive institutional subscription usage' as shorthand for 'come up with a few different ways to help librarians to encourage their patrons to use the online services that the libraries have paid for more frequently'.

However, if you are going to use this kind of language, make sure you know the meaning of any specialist terms, long words, or jargon you use, and use these correctly, and as sparingly as you can.

6. Break any of these rules sooner than say anything outright barbarous.
It's been some time since I read the whole essay, but I think this is Orwell's way of saying that common sense should always have a place in your writing!

If you want to improve your English, these rules could be a good starting point; but more recent and more detailed rules and guidelines for writing plain English are also available, including the Oxford Guide to Plain English.

For me, the golden rule is: think about your readers, and don't make them work too hard. When you follow that rule, you will find yourself striving to get your meaning across effectively, and doing the hard work of writing plainly yourself, rather than risk confusing your readers.

Source: Oxford Blog 

Rabu, 02 Januari 2013

Perbedaan Penggunaan 'TO' dan 'FOR'


Difference-between-to-and-for

Berikut ini pemaparan jelas tentang perbedaan TO dan FOR dalam kalimat, yang diadaptasi dari sebuah video di YouTube.

TO, selalu digunakan jika terjadi perpindahan (transfer) atau pertukaran (exchange) sesuatu dalam kalimat. Jadi, jika Anda ingin mentransfer atau mempertukarkan sesuatu makan digunakan TO.

FOR, selalu digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat atau baik untuk orang yang bersangkutan. Bermanfaat berarti sesuatu yang baik. Jadi jika anda ingin melakukan sesuatu untuk seseorang dengan cara yang baik, maka digunakan FOR.

Sebagai contoh:

I made this lesson ….. you.

Pada contoh ini, saya membuat/menyusun pelajaran. Apakah pelajaran ini baik untuk anda? Ya, pastinya. Jadi, karena ini merupakan sesuatu yang baik dan akan bermanfaat bagi anda, maka kita gunakan FOR.

I made this lesson for you.

Contoh selanjutnya:

I gave the book …. her.

Pada contoh ini, saya sedang memegang sebuah buku, dan saya akan memberikannya kepada seseorang. Jadi, sebenarnya saya sedang mentransfer sesuatu. Karena dalam kalimat ini terjadi transfer/pertukaran, maka digunakan TO.

I gave the book to her.

Contoh lainnya:

I’m going to talk …. you.

Pada contoh ini, ketika berbicara apa yang kita lakukan? Kita mentransfer informasi, sehingga pada contoh ini digunakan TO.

I’m going to talk to you.

Contoh berikutnya:

I will do that …. you.

Jika saya akan melakukan sesuatu untuk anda, maka saya akan membantu anda, memberi anda manfaat, sehingga kita gunakan FOR.

I will do that for you.

Bagaimana dengan contoh berikut:

I sing …. you.

Ketika orang bernyanyi, apakah mereka melakukannya karena ingin mentransfer sesuatu kepada orang lain atau ingin menghibur? Tentunya untuk menghibur dan merupakan sebuah kebaikan, maka digunakan FOR.

I sing for you.

Contoh terakhir,

I go …. school.

Anda tentu sudah tahu bahwa yang digunakan di sini adalah TO. Jika demikian, berarti ada sesuatu yang ditransfer. Apa? Jika anda mengatakan saya pergi ke sekolah, maka sebenarnya anda mentransfer tubuh anda, yakni anda berangkat dari satu tempat ke tempat lainnya. Maka digunakan TO.

Jadi kesimpulannya, TO digunakan untuk transfer atau pertukaran dan FOR digunakan untuk sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi orang lain. Tidak jadi masalah apakah tenses yang digunakan pada past, present, atau future, atau jenis grammar apapun dalam kalimat. Yang menentukan adalah apa yang terjadi dalam kalimat tersebut.

Latihan:

1) I took flowers …. you.
2) She did it …. her.
3) Can you give your homework …. your teacher after class?
4) I created this test …. you.
5) She was promoted …. manager.

Tuliskan jawaban anda di kolom komentar di bawah!

Sumber: Let's Speak English

Selasa, 01 Januari 2013

Descriptive Method




The descriptive method of research, as opposed to an experimental or normative method, develops knowledge by describing observed situations, events and objects. The descriptive method is used in most branches of science, as well as in the social sciences.

Descriptive Method
The goal of the descriptive method is to learn about something as it already exists without causing any changes to it.

Intensive vs. Extensive
Descriptive research can focus on one particular object to gain an in-depth knowledge or focus on a variety of related objects to develop general laws.

Intensive Example
An example of an intensive use of the descriptive method would be describing in great detail the structure and composition of an object, such as a work of art or an animal.

Extensive Example
An example of an extensive use of the descriptive method would be observing a variety of animals to understand common behaviors.

Descriptive vs. Experimental
The different between the descriptive method and other uses of the scientific method is that other uses often involve altering something's state to see how it reacts, while the descriptive method focuses on observing it without making any changes.

Source:
Aalto University: Planning an Empirical Study



Taken from: What is the meaning of the descriptive method in research? | Answerbag 

Sabtu, 29 Desember 2012

Worst Words of 2012


2012 has been an interesting time in the life of our lexicon. From new coinages to new usages, English has had a nice growth spurt. But now as this century enters its teens, let's say goodbye to some of the words we've grown out of. Some words outgrow their usefulness, or through overuse, they become meaningless, like an overplayed song on the radio. Here are a few terms that we'd rather leave behind in 2012.


Fiscal Cliff — the most overused term in 2012 politics.


This phrase rose to prominence when Ben Bernanke, the chairman of the United States Federal Reserve, in a speech in February. "Fiscal cliff" is meant to describe what will happen to America's tax policy and spending plan in 2013 if Congress fails to address certain plans that are already in motion.

Is it actually a cliff? No. Will it change our economic lives so drastically that we'll have to flee to the woods and build log cabins? No. Have politicians and pundits used the term with such abandon that it's lost all meaning and now has more to do with scaring tax payers/civilians than writing fiscal policy? You bet!


Selfie — a picture you take of yourself by holding the camera at arm's length, recognizable by the fact that your arm is in the picture.


Epic — hyperbolic synonym for incredible, great, important.


This word is so overused that we've had it on banished word lists three years running. But epic refuses to stay gone. Here's our reasoning: Unless your outfit or car is so tectonically earth-shattering that the poets will be singing its praises for 2,000 years to come, unless it has been to hell and back and is ostensibly banging on the gates of Troy. . . it's not epic.


Humblebrag — using humility to cover up the fact that you're actually bragging. This technique often backfires, making the brag worse, i.e. "People just won't stop texting me, you're lucky you have so much time to yourself."


TLDR — acronym for "Too Long, Didn't Read."

Our advice: If you find yourself moved to type this non-sentence, take a good look in the linguistic mirror and picture yourself on the other end of that email. At the very least try TLSI: Too Long, Skimmed It.


To trend/trending — to become popular.

As we predicted in our unheeded ⁠January list of words to banish from 2011⁠, this maddeningly unspecific verbification is still going strong.

To curate – to organize information on a web page or other non-museum entity.

Museums have curators, galleries have curators–are you a curator because you found 10 cute puppy photos and posted them on your wall? Probably not. Did we just curate this banished words list? We'd rather not say.


Bubble — used as a suffix to describe any group or community. . .ever.

The college bubble, the liberal bubble, the conservative bubble, the California bubble, the American bubble…if we get to the "Earth bubble" something is going to pop.


Hashtag — a Twitter symbol that has grown into an orthographic monster.

What began as a "pound sigh" or "number sign" and became a method for Twitter users to search tweets with common topics has morphed into the new URL. (Wondering what "URL" stands for? Watch ⁠the computer terms slideshow⁠.) Obviously we're over it, but we're not everyone. See our thorough discussion of the hashtag–and its real name–⁠here⁠.

To reach across the aisle -- an attempt at bipartisan politics in the United States Congress.

What separates Democrats from Republicans? Is it fiscal policy? Social issues? No, it's the aisle! Our legislators need only to reach across that small span of carpet to govern cooperatively, but once that gap is breached, what do they do? Perhaps they lightly drop an olive branch on the opposing party's desk, or yank them back to their side by the lapel. We don't know–the term only goes to the aisle.


Hipster⁠ — the flannel-wearing, liberal arts-educated, indie music-listening, director name-dropping, craft beer-drinking, 20-or-30-something dude or dudette that you've definitely seen and possibly are.

According to ⁠the Google Ngram Viewer⁠, use of the word "hipster" spiked in 1961, dropped by over half in the mid 80s, and clawed its way back to prominence in the new millennium.


YOLO – really annoying acronym for "You Only Live Once."

Thanks Drake. Thanks a lot. The fun catch phrase born in the rapper's single "The Motto" has spread like a forest fire through the vocabularies of what feels like every English speaker under 25, and now the term is just an excuse for teenagers to act like idiots. "Should I run into oncoming traffic? YOLO!" Its verb form "YOLOing" is just as cringe-worthy: "Great night of YOLOing, good thing I woke up in time for dinner." Sure, go ahead and YOLO. As far as science can tell us, you do only live once. But before you eat that live tarantula, take a minute and think about how long you want to be YOLOing for.


Here ends our 2012 list of words to banish. Please understand: this list is not a promise; it's a request. We are not in the business of removing words from the dictionary, so it behooves us to turn to you, gentle reader, and ask you to remove them from your speech.


What are the words that you want to leave behind in 2012?

Source: http://m.dictionary.com/hotword/?linkId=bm2e7n

Jumat, 02 Maret 2012

Istilah yang menggunakan 'Kupu-kupu'





Hellloooow... Belum pada bosan kan dengan kupu-kupu? Hehehe. Semoga ga eneg ya disuguhi hal-hal yang berhubungan dengan kupukupu. Hari ini, saya ingin bahas beberapa istilah, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, yang menggunakan kata 'kupukupu' dan 'butterfly'. Barangkali sebagian istilah yang akan saya bahas ini sudah teman-teman kenal, tapi mungkin saja masih ada beberapa yang baru kali ini dijumpai. 

Yuk, kita bahas satu per satu istilah-istilah yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Social Butterfly.

Mengenai social butterfly, sudah pernah saya bahas loh di blog ini. Terminologi ‘Social Butterfly’ biasanya diterapkan bagi mereka yang suka lompat dari satu pesta ke pesta lain. Namun batasan ini bisa juga digunakan untuk mereka yang suka bergaul dari satu jaringan sosial online jaringan lain untuk tetap up date informasi terkini. Ingin tau apakah teman-teman sudah bisa digolongkan sebagai seorang social butterfly? Silahkan lihat ciri-cirinya di halaman ini: Social Butterfly.

2. Dasi kupukupu

Dasi kupu-kupu populer pada tahun 1890-an. Kenapa dinamai dasi kupu-kupu? Yah karena bentuknya yang memang mirip kupu-kupu kan ya? Tapi dalam Bahasa Inggris, dasi kupu-kupu bukan Butterfly Tie loh. Melainkan bowties, atau bow tie. 

Edogawa Conan, Tantei


Penggemar Manga Detective Conan pasti sudah akrab dengan dasi yang satu ini. Di cerita komik detektif itu, alat pengubah suara yang digunakan Conan Edogawa dibuat berbentuk dasi kupu-kupu. Alat canggih yang bisa meniru suara orang dewasa, anak kecil, laki-laki, dan perempuan. 

3. Ciuman kupukupu.

Awwww, apa-apaan ini hihihi. Saya juga barutau loooh ada jenis ciuman kupukupu segala. Rupanya beberapa kebudayaan memiliki kebiasaan aneh saat 2 orang sedang dimabuk cinta. Ciuman kupukupu ini mengadopsi cara mencium serangga, yakni dengan cara menempelkan antenanya satu sama lain ke pasangannya. Jadi, cara ciuman kupukupu adalah dengan mengedipkan bulu mata ke pipi pasangan. Sementara, mengadu bulu mata disebut "Double Butterfly".

4. Gaya kupukupu

Istilah ini sudah tak asing lagi kita dengar dalam olahraga renang. Dalam bahasa Inggris, gaya renang kupu-kupu disebut juga dengan butterfly stroke. Mampu berenang dengan gaya kupukupu adalah sebuah prestise tinggi bagi seorang perenang, karena mempelajari gaya renang yang satu ini relatif sulit dan memerlukan waktu yang lama. Mau belajar berenang gaya kupukupu? Coba dibaca langkah-langkahnya di blog All About Swimming :)

5. Ruam kupukupu

Ruam kupukupu atau butterfly rash adalah salah satu gejala umum dari penyakit lupus. Jika di wajah teman-teman muncul ruam merah yang berbentuk seperti kupukupu, segera periksakan diri ke dokter karena barangkali terkena gejala penyakit lupus.

6. Butterfly effect

Ini bukan judul film yang dibintang Ashton Kutcher itu. Butterfly effect, atau efek kupukupu adalah istilah untuk theory chaos, sebuah pemikiran Edward Lorenz bahwa kepakan sayap kupukupu di hutan Brazil sanggup menghasilkan tornado. 

7. Butterfly in My Stomach, atau Butterfly in My Tummy.



Sebuah idiom dalam Bahasa Inggris yang biasanya dipakai untuk mengekspresikan rasa nervous atau grogi. Penyebab grogi bisa bermacammacam. Mulai dari rasa senang berlebih *mau ketemu someone special barangkali?*, atau mau tampil presentasi, macam-macam deh penyebab kupu-kupu di perut ini. Duh, ga enak ya kalo diterjemahkan ke Bahasa Indonesia hihihi.

8. Gaudy as a butterfly.

Idiom Bahasa Inggris juga. Gaudy as a butterfly bermakna: fancy, colorful, atau berwarna. Your blouse is so gaudy as a butterfly. Begitu contoh kalimatnya :D

Segitu dulu deh. Merasa masih ada yang kurang? Ya, kupukupu malam tidak saya masukkan dalam daftar istilah kupukupu versi saya. Istilah tersebut saya anggap telah menjadikan eufimisme sebagai dalih untuk melegalisasi perbuatan yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama. Penjelasan komplitnya bisa dibaca di halaman wordpress saya: pelacur tidak sama dengan kupukupu.

Ada juga istilah yang muncul di kalangan anak-anak kampus, yaitu Mahasiswa Kupukupu alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Hehehe. Bisa diartikan secara harfiah, bisa juga lebih mendalam. Kalau saya mengartikan mahasiswa kupu-kupu sebagai mahasiswa yang tak nimbrung di organisasi manapun selama di kampus. Jadi, setelah kuliah, ya pulang, atau keluyuran kemanamana. Sedangkan kalau mahasiswa yang aktivis *etcieeeh aktiviiiis*, selepas kuliah, ikut rapat organisasi, urus proposal ini itu, audiensi kesana kemari, intinya berorganisasi. Yaah, gitu deh. Pilihan masing-masing :)

Oooh iya, last but not least, dari hasil gugling di suatu dini hari di bulan November 2011, saya temukan sebuah fakta bahwa nama asli butterfly adalah flutterby. Dalam Bahasa Indonesia, kupukupu. Dalam Bahasa Prancis, papillon (dibaca papiyong). Dalam Bahasa Arab, Farasha. Dalam Bahasa lainnya, langsung dicekidot saja sendiri di Butterfly Website ya hehe.

Kalo teman-teman teringat sebuah istilah yang menggunakan 'kupukupu', silahkan ditambahi di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat :D

Jumat, 10 Februari 2012

Special To Day





Laperrrr...







Kalo lagi malas masak, atau tak sempat masak, sekali waktu saya dan suami memilih untuk makan di luar. Tempat makan di Sekadau lumayan banyak juga loh teman-teman. Walaupun tak sebanyak tempat makan di Pontianak, tentunyaaa. Selama setahun berdiam di sini, saya sama suami baru mencoba makan di sekitar 5-6 tempat makan saja. 







Malam itu saya lagi pengen makan mie ayam. Mamang mie ayam langganan udah beberapa hari ini tutup terus. Akhirnya kami pun muter-muter nyari mamang mie ayam lain. Dan tidak ketemu. Akhirnyaaa, diputuskanlah makan di sebuah warung lamongan yg berlokasi di Jl. Merdeka Timur. Biasanya suami kalo jajan di tempat makan ini pake bungkus dan selalu pesan ayam penyet. Nah malam itu saya jadi kepengen tau menu apa saja yang tersedia di situ. Jeng jeeng, and we got the menu:









Special To Day







Semangat berbahasa Inggris yang punya tempat makan ini lumayan tinggi juga. Bisa dilihat dari nama tempat makannya, pake Bahasa Inggris. Sounds sophisticated. Walaupun kemudian saya temukan sedikit kekeliruan yang sangat kentara di menu tersebut: Special To Day. Pasti maksudnya Special Today kan yaa. I don't know exactly whether it was a mistake or error. Sepertinya itu adalah sebuah error, karena kalo seseorang yang sudah kenal Bahasa Inggris dengan sebagaimana mestinya, kata sesimpel 'today' takkan salah ditulis.







Dari situ saya mendapatkan pelajaran berharga, kalo ingin berbahasa Inggris dimanapun berada, baiknya tetap tidak malas untuk buka kamus dan ngecek apakah kata atau kalimat yang akan dipakai benar adanya. Kalo salah wajar siiih, mengingat Bahasa Inggris belum jadi second language sebagian besar masyarakat Indonesia, masih foreign language. Tapi kalo sok bener kan malu-maluin :p







Well, kalo kata iklan, ga ada ya ga belajar. Tapiii, selagi kita masih bisa meminimalisir kemungkinan dari terciprat noda-noda itu, kenapa harus ternodai? *halah, apa-apaan ini?*







Ayooo, mari kita belajar beragam bahasa.













Sabtu, 25 Juli 2009

Agar hatinya lembut, dinie...


Astaghfirullahal'adziim...

Apakah sensitif dan gampang menangis adalah bagian dari sisi sanguinisitas yang harus segera saya singkirkan jauhjauh?

Apakah boleh saya menjadikan gender sebagai alasan tangisan saya malam ini? Saya perempuan, oleh sebab itu saya mudah menangis. Bolehkah? Boleh sajalah. Ditahan malah sakit sendiri. Tak saya bagi di sini, saya khawatir nanti saya ulangi lagi. Jadi, boleh kan saya sampaikan di sini?

Sungguh, menjaga hati itu lebih berat daripada sekedar persiapan menuju sidang skripsi. Bahkan barangkali jauh lebih berat daripada menjadi penguji skripsi yang sudah jadi.

Tapi itu sama sekali bukan alasan untuk berhenti menjaga hati, dan bukan alasan untuk mencaricari alasan mengajukan pertanyaan yang bisa dijawab sendiri. Berat yah? Memang berat. Tapi barangkali, kalau jeda ini tak diberlakukan, hati saya bisabisa jadi lebih keras dari hari kemarin.

Jeda ini memang memicu airmata. Tapi, kalau airmata ini dianggap jatuh untuk alasan sepele, maka saya mau menyalahkan alasan tersebut. Bukannya mencari pembenaran. Tapi saya dengan ini ingin menyatakan, bahwa tangisan kali ini adalah sebuah cara agar hati menjadi lebih lembut lagi. Airmata ini mengalir bersamaan dengan hujan di luar sana. Dan sekali lagi saya berkata, bahwa alam mewakili perasaan saya...

Baiklah jika begitu. Matahari besok pasti cerah. Ketika saya buka jendela dan mengawali hari dengan Al-Ma'tsurat, akan merasuk dalam tubuh saya beribu kekuatan sebagai pengganti airmata hari ini, kekuatan agar hati saya semakin lembut namun tetap kokoh. Kekuatan yang menambah keyakinan, meskipun sampai hari ini saya masih belum tau entah bagaimana saya menjadi pemenangnya.

It can be miracle, when we believe. I still believe, so much. What about you?

Kamis, 16 Juli 2009

Perlu kursus lagi


...Mungkin butuh kursus, merangkai kata untuk bicara...

...Dan aku benci, harus jujur padamu tentang semua ini...

Indak tau mengapa, siang tadi pas lagi jadi ibu rumah tangga beresberes, saya nyenandungin lagu ini. Sebetulnya sih, saya tau mengapa hehe :p Tapi, berhubung saya berusaha untuk zapping my lips *boleh dibaca: simpati alias simpen dalam hati* maka dari itu, sebaiknya temanteman indak usah tau aja mengapa hoho...

Katakata, aih katakata. Bisa jadi ribet banget kalo kelewat ngotot, dan bisa jadi bikin gemes banget kalo dicuekin tanpa ampun!! :v

Malem ini, sebetulnya saya udah kehabisan kata untuk buat postingan ini. Saya ngerasa masih kurang anggun :c Betulbetul perlu kursus lagi nih saya. Okeh. Ntar genap di usia duadua, saya sudah akan bersikap anggun, sebagaimana yang seharusnya saya lakukan sejak saya memutuskan untuk menikmati tarbiyah ini. Terserah temanteman aja mau mendefinisikan 'anggun' itu kayak gimana. Yang pasti, saya akan bersikap anggun!! Bukan bersikap seperti anggun hehe :p

Salah satu tolak ukur sikap anggun itu, menurut saya, adalah: halus dalam sikap ucap dan perbuatan.. *kedengeran agak mirip dengan Dasa Dharma Pramuka, ya keun?* :t Apakah temanteman setujut dengan tolak ukur tersebut? Bagus kalo gitu. Artinya saya bisa langsung kursus belajar untuk menjadi anggun (lagi) *sendiri* mulai hari ini. Terima kasih ya dukungannya. Saya sayang deh sama tementemen. :L

Jumat, 03 Juli 2009

Fakta Hidup


Fakta Hidup

1. Sekurang-kurangnya ada 5 orang dalam dunia yang menyayangi Anda dan sanggup mati karena Anda.

2. Sekurang-kurangnya ada 15 orang dalam dunia ini yang menyayangi Anda dalam beberapa cara.

3. Sebab utama seseorang membenci Anda adalah karena dia ingin menjadi seperti Anda.

4. Senyuman dari Anda boleh membawa kebahagiaan kepada seseorang, walaupun dia tidak menyukai Anda.

5. Setiap malam ada seseorang mengingat Anda sebelum dia tidur.

6. Anda amat bermakna dalam hidup seseorang.

7. Kalau bukan karena Anda,seseorang itu tidak akan hidup bahagia.

8. Anda seorang yang istimewa dan unik.

9. Seseorang yang Anda tidak ketahui menyayangi Anda.

10. Apabila Anda membuat kesalahan yang sangat besar, ada hikmah dibaliknya.

11. Sekiranya Anda merasa dipinggirkan, pikirkan dahulu; mungkin Anda yang meminggirkan mereka.

12. Apabila Anda berpikir tidak mempunyai peluang untuk mendapatkan sesuatu yang Anda ingini, mungkin Anda tidak akan memperolehnya, tetapi jika Anda percaya pada diri sendiri lambat laun Anda akan memperolehnya.

13. Kenanglah segala pujian yang Anda terima. Lupakan segala caci maki.

14. Jangan takut untuk meluapkan perasaan Anda; Anda akan merasa senang bila seseorang mengetahuinya.

15. Sekiranya Anda punya sahabat baik, ambillah waktu untuk memberitahunya bahwa dia adalah yang terbaik. Hanya semenit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk teman tetap paling setia. Walaupun punya harta yang banyak, teman tetap paling berharga.

NB:
Emang bener, kalo opini-opini diatas tidak akan 100% sama dgn situasi dan kondisi kita, tapi ambillah hikmahnya, dan improvisasikanlah kedalam kehidupanmu... suatu saat pasti ada gunanya... percayalah...

source is from my pal's bulbo in friendster.

Kamis, 22 Mei 2008

Chinese, yeah...





You Should Learn Chinese



Surprised? You shouldn't be - Chinese is perfect for an ambitious person like you.

You're a natural entrepreneur, and a billion people are waiting to do business with you!


Yeah, I've always wanted to learn Chinese. Anybody would like to lead me to learn it?
 

Sharing idea. Sharing things. Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino