Kamis, 13 Juni 2013

Doa untuk yang Sakit


Ada beberapa riwayat yang menjelaskan doa-doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bagi orang sakit yang beliau shallallahu 'alaihi wasallam kunjungi, diantaranya:

لاَ بأْسَ طَهُُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

1. Tidak mengapa, insya Allah (sakitmu ini) membuat bersih  (dosa).

اَللّهُمَّ رَبَّ النَّّاسِ أَذْهِبِ الْبَأسَ وَاشْفَِهِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

2. Wahai Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari –Mu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

3.  Aku mohon kepada Allah yang maha agung, Rabb yang menguasai Arsy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu.

اَللّهُمَّ اشْفِ فُلاَنًا

Ya Allah! Berikan kesembuhan kepada……………..

(sebut namanya)

Disunnahkan bagi orang yang mengunjungi orang sakit untuk (memberikan ucapan-ucapan yang bisa) mendatangkan ketenangan, meringankan beban penyakit yang dideritanya, bias mengingatkan akan pahala dari Allah 'Azza wa Jalla dan mengingatkan bahwa penyakit itu bias menjadi penghapus dosa.

Diantara adab yang perlu diperhatikan saat mengunjungi orang sakit adalah:

*  Memilih waktu yang cocok bagi orang yang sakit, karena tujuan menjenguknya adalah untuk memberikan rasa senang bukan menyusahkan.

*  Duduk di dekat kepalanya sembari membaca doa yang ketiga di atas sebanyak tujuh kali.

*  Meletakkan telapak tangan pada tubuh orang yang sakit saat mendoakannya.

*  Menasehati orang yang sakit agar memperbanyak doa.

______________________

Diringkas dari fiqhul Ad'iyati wal Adzkar, 3/219-223

Sumber: Majalah As-Sunnah

[i] HR al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, no. 536 dan hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahihul Adab, no. 416.

Minggu, 09 Juni 2013

Jujur itu Melegakan


Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.

Mahasiswa A: "pak, maaf kami telat ikut ujian semester."

mahasiswa B: "iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkot…nya meletus."

Mahasiswa C: "iya kami kasihan sama supirnya…. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru."

Mahasiswa D: "oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan."

Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda.

"Ah, mungkin biar tidak menyontek," pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.

Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.

Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.

Di soal kedua tertulis:

"Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus..?

*Hikmah: Sekecil apapun kebohongan yg kita lakukan tetap akan terungkap. Dan sebuah kebohongan bukanlah solusi dalam
menyelesaikan masalah namun akan menambah masalah. Dan kejujuran itu lebih indah,, Setidaknya akan membuat kita lega setelah jujur..

Jumat, 07 Juni 2013

3 Perkara


Dari Abu Kabsyah Al Anmaari radliyallahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, aku akan sampaikan, maka hafalkanlah !

-Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.

-Tidaklah seorang hamba di zalimi, lalu ia bersabar kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan untuknya.

-Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kefaqiran.


Aku akan menyampaikan sebuah hadits, hafalkanlah ! Dunia itu untuk empat orang:

-Seorang hamba yang diberikan oleh Allah rizki berupa harta dan ilmu, dengannya ia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahmi dan melaksanakan hak Allah. Ini adalah kedudukan yang paling utama.

-dan hamba diberikan oleh Allah ilmu dan tidak diberikan harta, namun niatnya benar, ia berkata: jika aku mempunyai harta, aku akan berinfaq seperti si fulan, maka dengan niatnya ia mendapat pahala yang sama dengannya.

-dan hamba yang diberikan harta dan tidak diberikan ilmu, ia habiskan hartanya dengan tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Rabbnya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak melaksanakan hak Allah, maka ini kedudukan yang paling buruk.

-dan hamba yang tidak diberikan harta tidak juga ilmu, dan ia berkata: jika aku mempunyai harta aku akan beramal (buruk) seperti si fulan, maka dengan niatnya tsb ia mendapat dosa yang sama dengannya.

(HR Ahmad dan at Tirmidzi dan ia berkata: hasan shahih. Dan dishahihkan oleh syaikh al Bani dalam shahih targhib no 16).
 

Sharing idea. Sharing things. Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino