Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

Belajar Bahasa Arab: Bilangan


ﺃﻟْﻌَﺪَﺩْ ـ
Al 'adad (nomor/bilangan)

1: wa~hidun
2 : itsnãin
3 : tsalãtsah
4 : arba'ah
5 : khamsah
6 : sittah
7 : sab'ah
8 : tsamãniyyah
9 : tis'ah
10 : 'Asyarah
11 : ahada 'asyar
12 : itsnã 'asyar
13 : tsalãtsah 'asyar
20 : 'isyrûn
21 : wãhid wa 'isyrun
22 : itsnatãn wa 'isyrun
30 : tsalãtsatun
40 : arba'ûn
50 : khomsûn
60 : sittûn
70 : sab'ûn
80 : tsamãnûn
90 : tis 'ûn
100 : mi ah
200 : mi atãn
300 : tsalãtsu miah
400 : arba'u miah
500 : khomsu miah
1000 : alfun
2000 : alfãn
3000 : tsalãtsah ãlãf
5000 : khomsa ãlãf
10.000 : 'asyarah ãlãf
20.000 : 'isyrûn alfan
50.000 : khomsûn alfan
100.000 : miah alfan
1 juta : milyûn
2 juta : milyûnãn
3 juta : tsalãtsah malãyîn
5 juta : khomsah malãyîn
1 Milyar : milyãr
2 Milyar : milyãrãn
5 milyar : khomsah milyãrãt
10 milyar : 'asyrah milyãrãt
20 milyar : 'isyrun milyãra
1 trilyun : bilyûn

Oleh: Fadly

Belajar Bahasa Arab: Tempat


Mufrodat alyaum

al-amaakin wa maa yata'alaq ma'ahaa
الأمامن و ما يتعلق معها
Tempat2 dan apa2 yg brhubungan dgnnya

apotik/ soydaaliyah/ صيدالية
Bandara/ mathoor/ مطار
Desa/ qoryah / قرية
Terminal / mawqifussayaaroot  / موقف السيارات
hotel / funduq/ فندق
Rumah sakit/ Mistasyfaa/ مستشفى
Universitas/ Jaami'ah/ جامعة
swalayan/ matjar/ متجر
Taman/ hadiiqoh/ حديقة
Pantai/ syaath iul bahr/ شاطئ البح
depan/ amaam / أمام
Belakang/ kholfa atau waroo-a / خلف / وراء
Samping/ Jaanib/ جانب
Di luar/ khoorij/ خارج
Di dalam/ Daakhi/ داخل
Di / di dalam/ fii/ في
Di antara/ baina/ بين
Pergi/ dzahaba - yadzhabu/ ذهب يذهب
Membeli/ isytaro yasYtari/ اشترى يشتري
Bertemu/ qoobala yuqoobilu / قابل يقابل
Bepergian/ saafaro yusaafiru/ سافر يسافر
Mengunjungi/ zaaro yazuuru/ زار يزور
Dimana/ ainaa/ أين
Kapan/ mataa/ متى
Berapa (menanyakn harga) / bikam/ بكم
Menjemput/ menyambut / istaqbala yastqbilu /استقبل يستقبل
Menemani/ roffaqo yuroffiq/ رفق يرفق

Thoyyib, kunna qod darosnaa fii liqoo-i al-maadhi 'an isim mufrod, mutsanna wa jama'.

طيب كنا  قد درسنا في لقاء الماضي عن اشم مفرد مثنى و جمع

Baik,  pertemuan sebelumnya kita tlh bljr ttg isim mufrad,  mutsanna dan jama'.

Wal-aan sanabhats insyaa Allah 'an ismun nakiroh wa ismun ma'rifah

و الآن سنبحث إنشا الله عن اسم نكرة و اسم معرفة

Dan sekarang kita akan membahas ttg isim nakiroh dan isim ma'rifah.

1.Isim nakiroh

adalah isim yg masih belum jelas peruntukkannya. di tandai dgn tidak memiliki alif lam / ال

contoh: kitaabun/ كتاب

Rojulun/ رجل

perempuan/ Mar-atun/ مرأة

semua isim di atas masih blm jelas peruntukkannya. rojulun/laki2 yg mana,  kitabun/buku yg mana, buku apa? milik siapa? jadi masih bersifat umum.

2. isim ma'rifah

adalah isim lawan dr isim nakiroh, artinya barang atau isim yg di jelaskan jelas peruntukannya yg mana,  atau milik siapa,  atau siapa.

yg termasuk isim ma'rifah

> nama org/ tempat
contoh: muhammad, Arifin/ عارفين

Madrosah dll.

> isim yg memiliki alif lam.

contoh:
al-kitab/الكتاب/ Buku itu/ini
dll.

kata yg memiliki alif lam biasanya dalam sbuah nash/ tulisan ia akan muncul setelah setelah di sebutkan di kalimat sblumnya.
contoh: dlm surah arrahman ayat 46 ada kata jannataani (dua syurga) yg trmasuk isim nakiroh. kemudian pada ayat brikutnya (54) trdpt kata al-jannataani maka yg di maksud di sini adalah jannah yg dmaksudkn ayat sebelumnya (46).

Oleh: Andi

Belajar Bahasa Arab: Transportasi


Mufrodat alyaum..
wasaailu almuwaasholaat wa maa yata'allaq ma'ahaa
وساءل المواصلات و ما يتعلق معها
Sarana transportasi dan apa2 yg brhubungan dgnnya

bis/ haafilah/ حافلة
mobil/ sayyaaroh/ سيارة
Kapal/ safiinah/ سفينة
Kereta api/ Qithoor/ قطار
Sepeda/ darroojah/ دراجة
Sepeda motor/ jawwaalah= Darrojatun naariyatun/ جوالة Bisa juga دراجة نارية
Ambulan/ sayyaarotul is'aaf/ سيارة الإسعاف
Tiket/ tadzkiroh/ تذكرة
Take off/ ghoodaro yughoodiru/ غادر يغادر
Landing/ habatho yahbitu/ هبط يهبط
Naik (kedaraan) / rokiba yarkabu/ ركب يركب
turun/ nazala yanzulu / نزل ينزل
Melewati/ marro yamurru/ مر يمر
Paspor/ jawazussafar/ جواز السفر
Visa masuk/ ta'syiirotuddukhul / تأشيرو اادخول
Visa keluar/ ta'syiirotulkhuruuj / تأشيرة الخروج

Oleh: Andi.

Senin, 25 Maret 2013

Belajar Bahasa Arab:


Thoyib, kmrn kita udh bhs isim scr jenis yg trbagi mudzakkar n mu-annats. skrg brdsrkn bilangan.
terbagi mnjadi 3:

)l( isim mufrod yaitu isim yg, munjukkn bnda  tunnggal. contoh:
qolamun,kitabun, mirwahatun(kipas angin/ مروحة )

)l( isim mutsanna, isim yg mnunjukkan jumlah bnda brjumlah 2. Contoh:
kitabani (كتابان / Dua buku), haqibataani ( حقيبتان /  dua tas),
Muslimaini atau muslimaani / مسلمين Atau مسلمان
Tandanya adalan alif nun/ ان Dan yaa nun/ ين
)l( Jama' mnunjukkn bnda lbih dr 2. trbagi lg jadi 3,

*jama' maudzakkar salim yaitu mnunjukan kata benda laki2 yg lebih dr 2. di tandai dgn waw nun/ ون Dan yaa nun / ين

contoh:
Dosen2 /Mudarrisuun/ مدرسون
Atau  dosen2 /mudarrisiin/ مدرسين
haadhiruun/ حاضرون
Atau haadhiriin/ حاضرين
yg artinya org2 yg hadir.

*jama' mu-annats saalim yaitu yg menunjukkan kata benda perempuan yg lebih dr 2 di tandai dgn alif ta/ ات .

contoh:
Para mahasiswi/ tholibaat/ طالبات
mobil-mobil/ sayyaaroot/ سيارات

*jama' taksir yaitu jama' yg rusak atau gak beraturan perubahannya.
prubahannya ada 3 macam:

1. perubahan harokat

contoh:
Singa/asad/ أسد jama'nya menjadi usud/أسد

2. penambahan huruf

contoh:
Laki2 (satu org)/ rojulun/ رجل
Menjadi rijaalun/ رجال
tahun / sanah/ سنة
Menjadi sanawaat/ سنوات
tahun/'aamun/ عام Mnjadi a'waam/ أعوام

3. pengurangan huruf
contoh:
Buku/kitaabun/كتاب
menjadi kutub/ كتب

karenanya utk mmstikan bntuk prubhn jama' taksir harus melihat mu'jam/kamus

demikian, bersambung...

Mufrodat/ Kosakata/مفردان hari ini/alyaum/اليوم

AC/mukayyif/ مكيف
Kipas angin/mirwahah/ مروحة
Gambar/ shuroh/ صورة
Hordeng/sitaaroh/ ستارة
Lantai/ Bilaath/ بلاط
Lemari/khizaanah/ خزانة
Dapur/ mathbakh/ مطبخ
Kamar mandi/hamaam/ حمام
Kamar/ hujroh / ghurfah/ حجرة غرفة

Lanjut ke kalimat tanya:
ﺃﻼِﺳْﺘِﻔَﻬَﺎﻣَﺎﺕُ ـ

Al istif ha~ ma~tu

KALIMAT TANYA
1. Apakah : ma~ / ma~dza~
2. Dgn apakah : bima~ / bima~dza~
3. Dari apakah : mimma~/mimma~dza~
4. Mengapa : lima~ / lima~dza~
5. Dlm hal apa : fima~ / fima~dza~
6. Siapa : man
7. Milik siapa : liman
8. Dari siapa : mimman
9. Kepada siapa : man
10. Dimanakah : aina
11. Dari manakah : min aina
12. Kemanakah : ilaa aina
13. Kapankah : mata~
14. Sampai kapan : li~ mata~
15. Sejak kapan : mundu mata~
16. Yg manakah : ayyun
17. Dgn apakah : biayyi syai'in
18. Utk apakah : liayyi syai'in
19. Atas dasar apakah : 'ala~ ayyi syai'in
20. Bagaimanakah : kaifa
21. Berapa : kam / bikam
22. Apakah (ya atau tdk) : hal
23. Apakah (pilih salah satu) : A


Oleh: Andi &Fadly










































































Belajar Bahasa Arab: Isim dan Dhomir


JUST FOR INFORMATION

ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﻠﻮﻣﺎﺕ 'an ma'luwma~t

Isim atau kata benda terbagi atas 21 jenis atau lebih antara lain isim :

1. Ma'rifah

2. Nakirah

3. Dhamir

4. Zhahir

5. Isyarah

6. Mausul

7. Istifham

8. Mufrad

9. Tasniyah

10. Jama'

11. Jama' Mudzakkar Salim

12. Jama' Muanas Salim

13. Jama' Taksir

14. Masdar

15. Fail

16. Maf'ul

17. Alat

18. Zaman

19. Makan

20. Tafdhil

21. Asma'ul Khamsah

Dhamir atau Kata Ganti terbagi atas 5 jenis، yakni :

1. Dhamir Mutakallim - Kata Ganti Org Pertama

ﺃﻧﺎ ana : saya

ﻧﺤﻦ nahnu : kami

2. Dhamir Mukhaththab Mudzakkar - Kata Ganti Org Kedua Laki2

cth :

ﺃﻧﺖ anta : kamu (LK)

ﺃﻧﺘﻤﺎ antuma : kalian (2 org LK)

ﺃﻧﺘﻢ antum : kalian (jamak LK)

3. Dhamir Mukhaththab Mu'annats - Kata Ganti Org Kedua (PR)

ﺃﻧﺖ anti : kamu (PR)

ﺃﻧﺘﻤﺎ antuma  : kalian (2 org PR)

ﺃﻧﺘﻦ antunna : kalian (jamak PR)

4.Dhamir Ghayb Mudzakkar - Kata Ganti Orang Ketiga LK

ﻫﻮ huwa : dia (LK)

ﻫﻤﺎ huma : mereka (2 org LK)

ﻫﻢ hum : mereka (jamak LK)

R)

5.Dhamir Ghayb Mu'annats - Kata Ganti Orang Ketiga PR

ﻫﻲ hiya : dia (PR)

ﻫﻤﺎ huma : mereka (2 org PR)

ﻫﻦ  hunna : mereka (jamak PR)


Oleh: Fadly Irmawan

Belajar Bahasa Arab: Hobi


Alhamdulillaah, saya diajak oleh Kak Yeti Lismani untuk bergabung di grup WhatsApp Belajar Bahasa Arab. Berikut materi yang disampaikan di grup tersebut:

ﺃﻟﻬﻮﺍ ﻳﺔ al hiwayah : hobi

ﻣﺎﻫﻮﺍﻳﺘﻚ؟ ma hiwayatuka? : apa hobimu?

ﻫﻮﺍﻳﺘﻲ ﺍﻟﻘﺮﺍءﺓ hiwayati al qira ah : hobi saya membaca

selain membaca ada juga :

ﺃﻣﺮﺍﺳﻠﺔ al mursalah : berkirim surat

ﺃﻟﺮﻳﺎﺿﺔ ar riyadhah : olah raga

ﺃﻟﺮﺣﻠﺔ ar rihlah : jalan-jalan

ﻛﺮﺓ ﺍﻟﻘﺪﻡ kurratul qadam : sepak bola

ﺃﺍﻟﻜﺘﺎﺑﺔ al kitabah : menulis

ﺍﻟﺴﺒﺎﺣﺔ as siba~hah : renang

ﺃﺍﻟﺮﺳﻢ ar rasm : melukis

tafadhal utk melakukan fusha atau percakapan seputar hobi.

Sebelum kembali fi'I'll kita bahas dulu ttg

KEINGINAN ﺃﻹﺭﺍﺩﺓ

ﻣﺎﺫﺍﺗﺮﻳﺪ؟ ma~za~ turiyd? : kamu ingin apa?

ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﺫﻫﺐ ﺇﻟﻲ ﺍﻟﺤﺎ ﻧﻮﺕ

uridu an adz haba ilal ha~nu~t

saya ingin pergi ke warung

ﻻ ﺃﺭﻳﺪ

la~uriydu : saya tdk ingin...

ﻻﺃﺭﻳﺪﺷﻲءﺍ

la~ uriydu syaia~n : saya tdk ingin apa2

selain uriydu dapat jg menggunakan kata lain yg bermakna "ingin"، yakni :

ﺗﺒﻐﻲ tabghiy

ﻋﺰﻣﺖ 'azamta

cth:

ﺃﺑﻐﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ ﺇﻟﻲ ﻣﺎﻟﺰﻳﺎ

abghiy as safar ila~ ma~liziya

saya ingin berpergian ke Malaysia

ﻋﺰﻣﺖ ﺃﻥ ﺃﺣﺞ ﺇﻟﻲ ﺑﻴﺖ ﺍﻟﻠﻪ

'azamtu an ahujja ila~ baytillah

saya ingin naik haji ke baitullah

apa beda uriydu dgn tabghiy dan 'azam?

bedanya dlm tingkat ke sungguhan.

uriydu mengekspresikan ingin dlm rentang standar atau biasa saja.

tabghiy lebih mau lg

kalau 'azamta itu sdh pd tingkat bertekad sungguh sungguh.

makanya ALLAH berfirman :

ﻓﺈﺫ ﻋﺰﻣﺖ ﻭﺗﻮﻛﻞ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ

fa idza 'azamta wataakkal 'alallah

"ketika sudah berkeinginan kuat (tekad) maka bertawakal pd Allah"

Oleh: Rohsyiandi Santika

Kamis, 17 Januari 2013

Tugas Kita untuk Berbaik Sangka


Dikisahkan tentang seekor keledai tua, milik seorang petani tua, yang terperosok ke dalam sebuah sumur tua.

Ah, hari sudah sore.. Sumur itu gelap sekali. Petani itu begitu menyayangi keledainya, sahabat perjuangannya selama belasan tahun menyambung hidup. Maka dicobanya segala cara untuk mengeluarkan sang keledai.

Mula-mula dengan tali. Diulurkannya ke bawah. Diteriakinya sang keledai agar menggigit tali itu. Ditariknya. Dan gagal. Lalu dibuatnya simpul laso. Diulurkannya ke bawah lagi. Diserunya sang keledai masuk ke laso. Ditariknya. Berat. Dan sang keledai berseru-seru serak. Oh itu lehernya terjerat. Gagal lagi. Dicobanya segala cara dengan tali. Dan ia gagal. Merasa tak berguna..

Lalu dicobanya mengulurkan sebatang bambu. "Jepitlah bambu ini dengan kaki-kakimu!", teriaknya. Ditariknya lagi. Dan nihil. Segala cara bambu. Dan semuanya nihil hasil. Dicobanya pula balok-balok kayu. Dengan segala rekadaya. Dan ia makin lelah. Dan harapnya makin menguap. Merembes keluar dari jiwa bersama keringat yang mengkuyupi pakaiannya.

Matahari makin rendah di barat sana, hari kian menyenja. Dan sang petani telah mengambil keputusan bersama keputusasaannya­­­. Ia akan menimbun sang keledai. Biarlah si keledai tua beristirahat di sana. Rehat yang tenang setelah belasan tahun pengabdian. Biarlah.. "Keledaiku tersayang.. Terimakasih atas persahabatan kita. Kini saatnya engkau beristirahat. Istirahatlah dengan tenang.." Matanya basah. Dadanya sesak. Tangisnya tertahan. Tapi dia mulai mengayunkan cangkul. Setimbun demi setimbun tanah meluncur ke dasar sumur.

Si keledai marah ketika segenggam tanah pertama mengenai punggungnya. Tapi makin lama, ia tahu apa yang harus dilakukannya. Ia mengangkat kakinya, naik ke atas tiap timbun tanah yang jatuh di dekat kakinya. Kadangkala ia harus bergerak ke tepi, menghindari guyuran tanah dari atas. Atau menggoyang tubuhnya hebat-hebat, agar tanah yang menimpa punggung gugur ke bawah. Tapi ia terus naik. Tiap kali ada tanah jatuh, ia naik ke atasnya. Begitu terus..

Hingga senja sempurna menjadi malam. Dan sang petani yang bersedih mengira ia telah sempurna menguburkan keledai kesayangannya. Dalam lelah, dalam payah, dalam duka yang menyembilu hati ia berbaring di samping sumur. Sejenak memejamkan mata, menghayati gemuruh dalam dadanya. Dan saat itulah, sang keledai meloncati tubuhnya dengan ringkikan bahagia, keluar dari sumur tanpa kurang suatu apa.

Tugas kita adalah berbaik sangka. Bahwa yang seringkali kita anggap sebagai musibah, seringkali bukanlah musibah itu sendiri. Bahwa yang seringkali kita anggap sebagai penderitaan, bisa jadi adalah pertolongan Allah dari jalan yang tak kita sangka-sangka.

Tugas kita adalah berbaik sangka. Terutama padaNya.

Tugas kita adalah berbaik sangka. Juga pada manusia.

Sebagaimana bahwa semua orang yang menyakiti, menganiaya, melecehkan, dan menzhalimi diri ini adalah guru bagi kita. Guru yang sejati.

Bukan karena mereka orang-orang bijak. Tapi karena kitalah yang sedang belajar untuk menjadi bijak..

Tugas kita adalah berbaik sangka. Juga pada diri kita ini. Sebagaimana ketika kita menarik seseorang dalam kehidupan kita, tentu tujuannya bukanlah untuk memerinci kesalahan-kesal­­­ahannya..

Dalam surah Al-Hujurat Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan orang-orang mukmin untuk tidak saling berburuk sangka:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa." (Qs. Al-Hujurat [49]:12)

Dari Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Shahih Muslim No.4646)

Imam Ali As berkata: "Selama kamu bisa berbaik sangka kepada saudaramu atas ucapan dan perbuatannya, maka janganlah berburuk sangka." (Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, al-Kâfi, jil. 2, hal. 362, Hadits 3, Dar al-Kutub al-Islamiah, Teheran, 1365 )

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Disalin dari fp Apple

Selasa, 08 Januari 2013

Pemimpin Yahudi ini Masuk Islam, Karena Masa Iddah Perempuan


Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang iddah (masa tunggu) wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, pakar yang mendedikasikan usianya dalam penelitian sidik pasangan laki-laki baru-baru ini membuktikan dalam penelitiannya bahwa jejak rekam seorang laki-laki akan hilang setelah tiga bulan.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa pakar Robert Gelhem, pemimpin yahudi di Albert Einstain College dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan.

Ia menambahkan, pakar Guilhem ini yakin dengan bukti-bukti ilmiah. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.

Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja.

Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki dua hingga tiga. Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahan yang sah.

Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. Sebab ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukan ini akhirnya meyakinkan sang pakar Guilhem ini memeluk Islam. Ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.


Sumber : atjehcyber.net/2012/08/pemimpin-yahudi-ini-masuk-islam-karena.html#ixzz2HHeIhDBX

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Senin, 07 Januari 2013

Berjilbab itu Sehat



SAINS MEMBUKTIKAN BERJILBAB ITU SEHAT

Mengenakan jilbab atau kerudung bagi muslimah merupakan pelindung kulit yang paling ampuh, bahkan melebihi keampuhan SPF-15. "Penelitian itu saya lakukan tahun 2001," kata Pegiat di Yayasan "Kita dan Buah Hati" dr Dewi Inong Irana, Sp.KK melalui pernyataan Humas Institut Pertanian Bogor, Sabtu. Menurut dokter yang sejak tahun 1983 memakai busana Muslimah secara sempurna itu, seiring dengan bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan kulit pada perempuan.

Ia menjelaskan, perubahan kulit tersebut di antaranya kelembaban dan kolagen berkurang, kulit menjadi kering, timbul kerut dalam otot, perubahan warna dan regenerasi sel kulit melambat. "Jadi, kaum ibu juga perlu memperhatikan faktor perusak kulit yakni sinar ultra violet, rokok, alkohol, kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya, garam, gizi tidak seimbang dan stres," katanya.

Dikemukakannya bahwa salah satu cara menjaga kulit adalah menghindari sinar matahari, mengoleskan pelembab, makan makanan gizi seimbang, cukup istirahat, olah raga teratur, hindari stres dan rawat kulit secara teratur.

Kemudian dari situs stunninghijab.com membagikan berbagai manfaat kesehatan berdasarkan beberapa penelitian ilmiah yang ada.

RADIASI MATAHARI
Seperti yang telah diketahui, sinar ultraviolet matahari dinilai berbahaya jika mengenai kulit dalam waktu tertentu. Berbagai masalah kesehatan akibat sinar UV tersebut antara lain adalah kulit keriput, kerusakan mata, hingga kanker kulit.

Para ahli kesehatan kemudian memperingatkan orang-orang untuk menggunakan sunblock demi melindungi kulit mereka. Namun saran terbaik sebenarnya adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Sebagai informasi tambahan, pakaian yang terang dan gelap cenderung mampu merefleksikan sinar UV daripada pakaian yang berwarna pastel.

Udara panas
Hampir sama seperti matahari, udara panas juga membawa dampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada otak. Jadi ketika udara sedang sangat panas dan seseorang harus keluar rumah, ahli kesehatan menyarankan untuk memakai pakaian yang bisa melindungi diri. Terutama pada bagian mata, kepala, dan leher untuk mengurangi risiko kesehatan yang menyerang otak.

Udara dingin
Tubuh yang terkena suhu dingin terlalu lama akan membuat seseorang menderita demam, flu, rasa ngilu, dan gemetaran pada tubuh. Tes kesehatan kemudian membuktikan bahwa 40-60 persen panas tubuh menurun akibat udara yang terlalu dingin. Sehinga orang-orang disarankan menutup kepala dan tubuhnya dengan pakaian tebal demi menjaga panas tubuh tersebut.

Higienis
Sementara itu, untuk pekerjaan tertentu, ada peraturan menutup kepala demi menjaga kebersihan di lingkungan pekerjaan. Misalnya perawat, pekerja di restoran cepat saji, klinik, dan yang lainnya. Penutup kepala diharapkan bisa mencegah kontaminasi dan penyebaran virus maupun infeksi.

Itulah berbagai manfaat kesehatan dari memakai hijab. Jika Anda juga salah seorang yang menggunakannya, sebaiknya jaga kesehatan rambut meskipun sepanjang hari kepala selalu tertutup dengan hijab.

ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya untuk kebaikan manusia. Dan setiap yang benar-benar manfaat dan diperlukan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Diantara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah. Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)
"Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh" (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi ra. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang" ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

"Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang" ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

2. Terhindar dari pelecehan
Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

"Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita." (HR. Bukhari).

Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki-laki
Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.

"Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya." (HR. Muslim).

Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4. Akan seperti bidadari surga

"Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya." (QS. Ar-Rahman: 56).
"Mereka laksana permata yakut dan marjan."(QS.Ar Rahman: 5).
"Mereka laksan telur yang tersimpan rapi."(QS.Ash Shaffaat: 49).
Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga. Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.

5. Mencegah penyakit kanker kulit
Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanser kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6. Memperlambat gejala penuaan
Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin Dyang berperan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin. Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Ternyata jilbab tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.

Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanser dan proses penuaan.

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Jumat, 04 Januari 2013

Iman dan Amal


Iman tidak ada artinya kalau tak berbekas pada amal . Iman yang tak berbekas sama artinya dengan mandul. Dan amalpun tidak pula ada artinya kalau tidak dari dorongan iman. Orang beramal karena mengambil muka kepada sesama manusia, walaupun bagaimanapun baiknya, disebut Riya. Dan riya adalah syirik yang halus. Tidak dapat diterima kalau ada satu masyarakat Islam mengakui beriman dan beragama Islam, padahal tingkah laku dan kebudayaannya bersifat kekafiran. Tidak dapat diterima kalau ada satu negeri penduduknya mayoritas Islam, padahal segala maksiat yang dilarang Islam dibiarkan saja.

– HAMKA -

Kamis, 03 Januari 2013

Jangan Mudah Terpancing Isu


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar desas-desus yang tidak jelas asal-usulnya. Kadang dari suatu peristiwa kecil, tetapi dalam pemberitaannya, peristiwa itu begitu besar atau sebaliknya. Terkadang juga berita itu menyangkut kehormatan seorang muslim. Bahkan tidak jarang, sebuah negara menjadi kacau balau, hanya karena sebuah berita yang belum tentu benar. Bagaimanakah sikap kita terhadap berita yang bersumber dari orang yang belum kita ketahui kejujurannya ? 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". [Al Hujurat : 6].

Maksudnya, janganlah kalian menerima (begitu saja) berita dari orang fasik, sampai kalian mengadakan pemeriksaan, penelitian dan mendapatkan bukti kebenaran berita itu.

Dalam ayat ini, Allah melarang hamba-hambanya yang beriman berjalan mengikut desas-desus. Allah menyuruh kaum mukminin memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang dicuplikkan itu benar, dan juga tidak semua berita yang terucapkan itu sesuai dengan fakta. (Ingatlah, pent.), musuh-musuh kalian senantiasa mencari kesempatan untuk menguasai kalian. Maka wajib atas kalian untuk selalu waspada, hingga kalian bisa mengetahui orang yang hendak menebarkan berita yang tidak benar.

Oleh: Yuko Siswanto
Pin  : 2954D02D
Twitter : @yukosiswanto

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Kamis, 27 Desember 2012

Buah Kejujuran


BUAH KEJUJURAN
 
"Wahai orang-orang yang beriman, 
bertaqwalah kamu kepada allah dan 
katakanlah perkataan yang benar. 
Niscaya Allah memperbaiki bagimu 
amalan amalanmu dan mengampuni 
bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya 
maka  seseungguhnya ia telah 
mendapat kemenangan yang besar. [al-Ahzab ayat 70-71]
 
Alangkah besarnya buah kejujuran.. Jujur dalam i'tiqad, jujur dalam berbicara dan dalam beramal.

Kejujuran akan membimbing si pelaku kepada bir (perbuatan taat) di dunia yang merupakan induk perbuatan baik, dan juga akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Azza wa Jalla. Jadi orang-orang yang jujur akan kekal di surga. Mereka mendapatkan kesenangan yang sangat diidamkan, yang melebihi kedudukan ini, yaitu keridhaan Allah.

Perbuatan jujur membimbing si pelaku kepada perbuatan bir, kemudian ke surga. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

"Sesungguhnya kejujuran itu akan membimbing ke perbuatan bir, dan perbuatan bir akan membimbing masuk surga".

Di antara manfaat kejujuran, ialah mendapatkan ridha Allah, kemudian akan dimasukkan ke dalam surga. Allah berfirman, yang artinya: " Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadapnya. Itulah keberuntungan yang paling besar". [Al Maidah:119].

Berbahagialah orang-orang yang jujur. Semoga Allah dengan karunia dan rahmatNya, menjadikan kita termasuk orang-orang yang jujur. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Dermawan dan Maha Pemurah.

Oleh: Yuko Siswanto

Selasa, 25 Desember 2012

Toleransi Tak Sebatas Selamat Hari Raya


*oleh Darwis Tere Liye

Saya akan sampaikan maksud dan tujuan ini dengan cerita saja. Seolah fiksi, tapi bentuk kongkretnya bahkan lebih cemerlang dibanding ini. Amat sangat cemerlang malah, saat akhlak yang sungguh baik, terpancar begitu indah dari seorang muslim, tanpa harus merusak akidahnya. Karena sejatinya, ketika seorang muslim mempunyai akhlak tersebut, dia pasti akan membuat nyaman siapapun di sekitarnya.

Kita sebut saja Bambang. Orangnya biasa saja. Rajin shalat ke masjid, bergaul dengan tetangga, suka membantu, dan amat menyantuni fakir miskin serta anak yatim. Dia dikenal oleh banyak orang, satu kampung hafal dengan Pak Bambang ini. Terlebih kampung itu dihuni oleh warga heterogen. Beragam agama, banyak suku bangsa, kebiasaan, tumplek jadi satu.

Saat tetangga sebelah rumahnya, Pak Sihombing, asli Batak, hendak pergi ke gereja di suatu hari Minggu, mobil tetangganya ini malah mogok, tidak bisa dibawa, Pak Bambang dengan senang hati meminjamkan mobilnya, "Silahkan dipakai." Tersenyum tulus. Toh, seharian minggu itu keluarga Pak Bambang hanya kumpul di rumah. Saat tetangga lain rumahnya kena musibah, kebakaran, Pak Bambang tidak perlu dua kali berpikir memberikan bantuan, membuka pintunya untuk menampung, padahak jelas-jelas tetangganya ini Hindu. Pak Bambang menyantuni anak anak yatim piatu, tidak perlu bertanya ini agamanya apa. Bahkan saat sebuah kampung yg dekat dgn kampung mereka kena musibah, banjir bandang, meskipun sekampung itu Kristen, ada gereja yang rusak, Pak Bambang tidak perlu berpikir dua kali untuk membantu mengirimkan sembako, dan sebagainya.

Tapi seumur-umur, tetangganya tahu persis Pak Bambang tidak akan pernah mengucapkan 'selamat natal', 'selamat waisak', dan selamat lainnya kepada tetangganya yang berbeda agama. Tidak akan. Lah, tega sekali pak Bambang ini? Apakah dia ekstrem kanan hingga tidak mau hanya sekadar bilang kalimat itu? Maka tanyakanlah pada tetangganya yang berbeda agama. Tidak terbersit sekalipun mereka menganggap Pak Bambang ini ekstrem. Yang ada, jelas sekali Pak Bambang ini tetangga yang baik, nyaman, dan selalu menghormati mereka.

Kita tanyakan ke Pak Bambang kenapa dia tidak pernah bilang 'selamat natal'? Maka jawabannya sederhana: 'ada batas yang tidak bisa dilanggar dari akidah'. Jawaban simpel yang menjelaskan banyak hal. Itu benar, membantu tetangganya, meminjami mobil, tidak ada sangkut pautnya dengan akidah, keyakinan. Membantu tetangga menumpang, menyantuni anak2 yatim piatu berbeda agama, tidak ada sangkut pautnya dengan akidah, keyakinan. Termasuk membantu satu kampung yang seluruhnya Kristen, mengirimkan makanan karena mereka terkena musibah, itu bukan urusan akidah, melainkan SUNGGUH cerminan ahklak prima dari seorang muslim, dan diajarkan langsung oleh Nabi kita, tidak pandang bulu. Tapi mengucapkan kalimat 'selamat natal', menghadiri acara misa, natalan, dsbgnya, itu jelas ada hubungannya dengan akidah, keyakinan.

Tapi itu kan hanya sepotong kalimat saja? Dari sisi mana itu akan merusak akidah? Kenapa Pak Bambang serius sekali. Maka, duhai orang orang yang masih saja meributkan masalah ini, kalau itu hanya sepotong kalimat saja, kenapa pula kalian ribut? Itu hak mutlak dari Pak Bambang untuk bilang atau tidak, dan kalaupun dia tidak bilang, bukan berarti dia jahat, bukan berarti dia berbahaya, punya paham ekstrem. Lihatlah dengan mata kepala, toleransi yang dimiliki oleh Pak Bambang melebihi hanya sekadar kata kata. Karena boleh jadi, orang2 yang ribut dengan kalimat ini, ya hanya ribut pada level kalimat saja. Pernah meminjamkan mobil ke tetangganya? Pernah memberikan rumah sbg tempat menumpang sementara bagi tetangga Hindu? Pernah tidak? Pak Bambang simply meyakini, dia takut kalau dia mengucapkan kalimat tersebut ke tetangganya, maka terbersit di hatinya sesuatu yang bisa merusak akidahnya. Tapi bukankah Pak Bambang bisa memastikan tidak bermaksud demikian? Tidak bermaksud ikut meyakini perayaan hari besar agama lain tersebut? Itu benar, tapi demi kehati-hatian, dia memilih untuk tidak melakukannya. Dan semua orang seharusnya menghormati pilihannya, bukan justeru berpasangka yang tidak-tidak.

Diskusi ini selalu berulang ulang setiap tahun. Dan entah sampai kapan akan dipahami banyak orang. Saya pribadi, tidak akan bilang kalimat selamat natal, selamat hari raya agama ke teman2 pemeluk agama lain–karena eh karena, duh, saya saja yang muslim nggak pernah bilang selamat hari ulang tahun Nabi Muhammad, selamat tahun baru hijriyah, selamat isra' mi'raj, atau selamat2 lainnya ke banyak orang, sesama muslim. Saya tidak akan mengada adakan hal baru, dan tidak akan mengikut ikut trend yang ada. Yang ada dan jelas ada saja saya keteteran menjalankannya. Tetapi secara pribadi, saya akan meneladani Pak Bambang. Toleransi, menghormati agama lain 'beyond' kata kata, kalimat, dan itu lebih kongkret memunculkan rasa nyaman bagi siapapun.

Karena saya yakin, mengeluarkan akhlak prima sebagai seorang muslim, otomatis mengeluarkan toleransi terbaik yang pernah ada di muka bumi ini.

*Saya minta maaf kalau ada yang tidak berkenan dengan pemahaman ini. Dan boleh jadi pendapat saya keliru. Saya sudah berusaha menuliskannya hati2. Nah, jika kalian membutuhkan pondasi yg lebih kokoh, silahkan merujuk pada penjelasan Buya Hamka soal ini, di search, di googling. Beliau adalah ahli tafsir, dan dalam banyak kesempatan, saya mendengarkan penjelasannya.

(Disalin lewat @blogdetik)

Minggu, 23 Desember 2012

Keadilan Allah dalam Memberi Rizki dan Kekayaan


Berikut adalah tafsir surat Asy Syuraa ayat 27 tentang keadilan Allah dalam memberikan rizki dan kekayaan. Semoga bermanfaat.

Allah Ta'ala berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, "Seandainya Allah memberi hamba tersebut rizki lebih dari yang mereka butuh , tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong."

Selanjutnya Ibnu Katsir menjelaskan, "Akan tetapi Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya."[1]

Dalam sebuah hadits disebutkan,

إن من عبادى من لا يصلح إيمانه إلا بالغنى ولو أفقرته لكفر، وإن من عبادى من لا يصلح إيمانه إلا الفقر ولو أغنيته لكفر

"Sesungguhnya di antara hamba-Ku, keimanan barulah menjadi baik jika Allah memberikan kekayaan padanya. Seandainya Allah membuat ia miskin, tentu ia akan kufur. Dan di antara hamba-Ku, keimanan barulah baik jika Allah memberikan kemiskinan padanya. Seandainya Allah membuat ia kaya, tentu ia akan kufur".[2] Hadits ini dinilai dho'if (lemah), namun maknanya adalah shahih karena memiliki dasar shahih dari surat Asy Syuraa ayat 27.

Ada yang Diberi Kekayaan, Namun Bukan Karena Kemuliaan Mereka

Boleh jadi Allah memberikan kekayaan dalam rangka istidroj, yaitu agar semakin membuat seseorang terlena dalam maksiat dan kekufuran. Artinya disebabkan maksiat atau kesyirikan yang ia perbuat, Allah beri ia kekayaan, akhirnya ia pun semakin larut dalam kekayaan tersebut dan membuat ia semakin kufur pada Allah. Ia memang pantas diberi kekayaan, namun karena ia adalah orang yang durhaka. Kekayaan ini diberikan hanya untuk membuat ia semakin terlena dan bukan karena dirinya mulia.

Jadi pemberian kekayaan bukanlah menunjukkan kemuliaan seseorang, namun boleh jadi adalah sebagai istidroj (yaitu untuk semakin menjerumuskannya dalam maksiat). Sebagaimana dapat kita lihat dalam kisah musyrikin Mekkah dalam surat Al Qolam. Allah subhanahu wa ta'ala mengisahkan,

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ (17) وَلَا يَسْتَثْنُونَ (18) فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ (19)

"Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur." (QS. Al Qolam: 17-19), silakan lihat sampai akhir kisah dalam surat tersebut.

Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di menjelaskan,
"Orang-orang yang berdusta ini diuji dengan kebaikan dan harta yang melimpah untuk mereka. Mereka diberikan harta yang begitu banyak, juga diberikan keturunan, umur yang panjang, dan semacamnya yang sesuai dengan kemauan mereka. Dan pemberian ini bukanlah diberikan karena kemuliaan mereka di sisi Allah. Akan tetapi ini adalah istidroj (untuk membuat mereka semakin terlena dalam kekufuran) tanpa mereka sadari."[3]

Kesimpulan

Allah memberi kekayaan sesuai dengan keadilan Allah, Dan ia pun tahu kondisi terbaik untuk seorang hamba. Namun perlu diketahui, seseorang diberi kekayaan ada dua kemungkinan:
Pertama: Itulah yang Allah takdirkan karena itulah yang pantas untuknya. Jika diberi kefakiran, malah ia akan kufur pada Allah.

Kedua: Boleh jadi juga karena istidroj yaitu membuat seorang hamba semakin terlena dalam maksiat dan kekufuran.

Karena Allah berfirman,

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), maka Allah terus akan memalingkan hati mereka." (QS. Ash Shof: 5). Kita harusnya mewaspadai kemungkinan yang kedua ini. Jangan-jangan kekayaan yang Allah beri, malah dalam rangka membuat kita semakin larut dalam maksiat, syirik dan kekufuran.
Sehingga jika sudah kita mengerti hal ini, maka kita mesti iri pada orang yang memiliki kekayaan lebih dari kita. Itu memang pantas untuknya, mengapa kita mesti iri?! Begitu pula dari penjelasan ini seharusnya semakin membuat kita bersyukur pada Allah atas nikmat harta yang Allah beri. Mensyukurinya adalah dengan memanfaatkannya dalam kebaikan.

Semoga Allah beri taufik. Sungguh terasa nikmat jika kita dapat terus mengkaji Al Qur'an walaupun sesaat.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Rabu, 19 Desember 2012

Keutamaan Menuntut Ilmu


‫‫وَلَا رَيْبَ أَنَّ أَوْلَى الْعُلُوْمِ بِذَلِكَ هُوَ:‬‬

‫‫- عِلْمُ الدِّيْنِ، اَلَّذِيْ بِهِ يَعْرِفُ الْإِنْسَانُ نَفْسَهُ وَيَعْرِفُ رَبَّهُ، وَيَهْتَدِي إِلَى غَايَتِهِ، وَيَكْشِفُ طَرِيْقَهُ، وَيَعْلَمُ مَا لَهُ وَمَا عَلَيْهِ،‬‬

‫‫- ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ كُلُّ عِلْمٍ يَكْشِفُ عَنْ حَقِيْقَةٍ تَهْدِي النَّاسَ إِلَى حَقٍّ، أَوْ تُقَرِّبُهُمْ مِنْ خَيْرٍ، أَوْ تُحَقِّقُ لَهُمْ مَصْلَحَةً، أَوْ تَدْرَأُ عَنْهُمْ مَفْسَدَةً.‬‬

‫‫يَقُوْلُ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ» [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِيْ صَحِيْحِهِ]‬‬

Tidak diragukan lagi, bahwa ilmu yang paling berhak mendapatkan berbagai macam fadhilah (keutamaan) adalah:

1. Ilmu agama, sebab, dengannya seseorang:

a. Mengenali dirinya.
b. Mengetahui Tuhannya.
c. Mendapatkan petunjuk (hidayah) untuk menuju dan mencapai tujuannya.
d. Mengungkap dan mengenal jalannya
e. Mengetahui apa hak dan kewajibannya.

2. Segala macam ilmu yang mampu mengungkap hakekat yang:

a. Memberi petunjuk kepada manusia kepada kebenaran, atau
b. Mendekatkan mereka kepada kebajikan, atau
c. Merealisasikan kemaslahatan untuk mereka, atau
d. Menolak dan menjauhkan mereka dari kerusakan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Siapa yang oleh Allah SWT dikehendaki baik, niscaya Allah SWT akan berikan pemahaman kepadanya dalam hal agama". [Hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari].

 

(dikutip dari kitab: "Ar-Rasul wal 'Ilm" karya DR. Yusuf Al-Qaradawi, hal. 9)

Jumat, 14 Desember 2012

Itu Pilihanmu


2 hari yang lalu, selepas shalat subuh, saya menyalakan TV, dan terarahlah remote ke channel MNC TV. Ada seorang ustadz yang sekilas mirip Habiburrahman El-Shirazy, ternyata setelah saya perhatikan, rupanya beliau adalah Ustadz Wijayanto.

Wah, beliau ini kan ustadz yang sering diundang ke program Bukan Empat Mata saat bulan Ramadhan. Saat ceramah, beliau sering menyelipkan jokes segar, tidak jayus, bercanda tapi tidak bohong. Langsung lah beliau menjadi salah satu 'ustadz favorit' saya dan suami hehehe.

Maka, hari itu, kami pantenginlah ceramah beliau. Ceramah bertema "Oh Mama Oh Papa", membahas tentang cara orang tua mendidik anak, interaksi ortu-anak, ayah-ibu, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan rumah tangga.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang pemirsa di studio yang merupakan mahasiswa mengajukan pertanyaan yang kira-kira intinya seperti ini: "Ustadz, anak kan jatuh tak jauh dari ortunya. Tapi mengapa Nabi Nuh anaknya durhaka? Sedangkan orang tuanya adalah seorang Nabi?"

Ustadz Wijayanto menjawab kurang lebih begini:

"Dalam kehidupan nyata, ada tidak ortu yang sholeh, tapi anaknya preman? Atau, ortunya preman, tapi anaknya sholeh? Atau, ortunya sholeh, anaknya lebih sholeh? Atau, ortunya preman, anaknya lebih preman? Ada..

Kenapa bisa demikian? Karena, setiap orang memilih untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan.

Takdir itu ada 2:

1. Takdir Mughayyarot, yaitu takdir yang merupakan pilihan manusia. Misalnya, memilih untuk berbuat baik, atau berbuat buruk. Manusia bebas memilih, dengan menanggung risiko dari pilihan masing-masing.

2. Takdir Ghoiru Mughayyarot, yaitu takdir yang sudah menjadi ketetapan Allah, tidak bisa diubah-ubah. Misalnya, terlahir sebagai laki-laki atau perempuan.

Begitu juga dengan pertanyaan tadi. Nabi Nuh sudah berdakwah kepada anak dan kaumnya, tapi ternyata sang anak membangkang dan tidak mau ikut dengan ajakan ayahnya. Nabi Luth sudah berdakwah kepada istrinya agar tidak lagi menjadi penyuka sesama jenis karena hal tersebut jelas-jelas sesat, tapi istrinya membangkang. Akibatnya, yang membangkang mendapatkan adzab dari Allah.

Bahkan anak seorang Nabi sekalipun, hidayah tetap milik Allah. Tugas Nabi, dan juga kita sebagai khalifah di muka bumi, hanyalah menyampaikan risalah yang telah tertuang dalam AlQur'an dan Hadits. Sisanya adalah pilihan masing-masing, mau membuka hati menerima hidayah Allah atau tidak."

Gitu deh kurang lebih. Kalo kurang maaf ya pak ustadz, kalo lebih juga maaf hehe. Tapi seingat saya, demikianlah inti dari jawaban beliau :)

Saya sempat googling tentang istilah takdir ghoiru mughayyarot dan mughayyarot yang beliau sebutkan, tapi gak nemu. Mungkin itu istilah beliau, atau mungkin sayanya yang salah keyword ^^v

Well. Apapun namanya, pilihan kita-lah, teman-teman. Karena dalam QS Ar Rad ayat 11 dinyatakan, Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum tersebut mengubah diri mereka sendiri :)

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

 

Sharing idea. Sharing things. Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino