Senin, 19 Maret 2012

Life goes on...


Quotes

Sabtu, 17 Maret 2012

Silhouette


Hold_butterfly
The butterfly silhoutte.

Selasa, 13 Maret 2012

Kupuccino


Tumblr_lzw8e4gutc1ro8g4uo1_500

Minggu, 11 Maret 2012

Golongan Darah AB


Kapan teman-teman pertama kalinya mengetahui golongan darah yang mengalir dalam tubuh masing-masing? Saya pertama kali tau ketika akan mendonorkan darah untuk Ibunya teman saya. Waktu itu pukul 9 malam, saya ditelpon sama Elisa, dikabari bahwa mama temannya *yang juga teman saya* sedang kritis, perlu beberapa kantong darah bergolongan AB. Meluncurlah malam itu saya ke PMI Kalimantan Barat. Padahal, waktu itu saya belum yakin, benarkah golongan darah saya AB?

 

Patokan saya hanyalah dari fakta bahwa Bapak saya bergolongan darah A, dan Ibu saya B. Kata mereka sih golongan darah saya AB. Saya percaya aja karena mikirnya darah orangtua saya nyampur jadi satu gitu kan. Kayak orang ga belajar biologi ajaa dah ah wakakak. Padahal waktu di MAN 2, saya adalah salah satu siswa IPA loooh hihihi. 

 

Berbekal keyakinan bahwasanya saya adalah anak kandung mereka *waktu SMP saya sering mikir kalo saya ini sebetulnya anak angkat karena sering betul dimarahi, sungguh abege labil's mind* maka dengan pedenya saya menuju sebuah ruangan di PMI. Sebelum donor, mbak petugas PMI terlebih dahulu ngecek whether or not Hemoglobin saya memenuhi syarat untuk dilakukan pendonoran. Daaan, eng ing eeeng, "Hb-nya rendah mbak, ndak bisa donor." Oh, kecewanya rasa hati tak bisa ikut serta mendonorkan darah yang hanya ada 4% dari seluruh penduduk dunia ini :(

 

Setelah mbak petugas tersebut ngasi tau kalo Hb saya rendah, langsung terlintas dalam pikiran saya buat sekalian nanya adakah benar golongan darah saya AB. "Mbak, tapi betul kan golongan darah saya AB?", betapa terdengar aneh barangkali pertanyaan itu diajukan oleh seorang yang akan mendonorkan darah. "Iya betul mbak." Cihuy, riang gembiralah saya, ternyata saya memang anak kandung ahahaha.

 

Tapi ternyata teman-teman, logika tentang Ayah bergolongan darah A dan Ibu dengan golongan darah B kemudian anaknya sudah pasti AB adalah belum tentu tepat 100%. Bahkan kalau golongan darah saya O pun, saya tetap bisa menjadi anak kandung mereka *kemudian skeptis lagi apakah saya anak kandung atau bukan .__.*. Pengetahuan ini saya dapatkan akibat suka membaca Manga Detective Conan. Di volume 62 file 10, Shinichi Kudo mengatakan: "Sesuai dengan teori genetika mendel, orang yang bergolongan darah AB dan orang yang bergolongan darah O, tidak mungkin bisa menghasilkan anak yang bergolongan darah O." Ooooh plisdeh ngapain aja saya waktu pelajaran biologi, ilmu seperti ini malah didapat dari komik. 

 

Naah, berhubung saya sudah sah bergolongan darah AB dan suami saya bergolongan darah O, maka tentulah teori ini berlaku untuk kami berdua. Saya pun iseng gugling untuk mencari tau kirakira kalau suatu hari nanti kami dititipi anak-anak, golongan darah apa saja yang mungkin mereka miliki. Didapatlah tabel seperti di bawah ini:

 

Pewarisan golongan darah

 

Hanya ada 2 kemungkinan jika pasangan bergolongan darah O dan AB bersatupadu, yaitu anak dengan golongan darah A, atau bergolongan darah B. Wow! Kenapa bisa begitu? Karena, didalam O ada AB, A dan B kecil. Didalam AB, ada O, B, dan A  kecil, jadi tdk 100% murni AB isinya hanya AB saja. Ini kalau dalam hematologinya, dalam perkawinan, tidak ada pencampuran darah yang terjadi, yang ada adalah pencampuran genetika, dimana sperma O carrier (artinya O nya besar, dan lainnya kecil) bersekutu dengan sel telur AB carrier. Dalam pencampuran tadi akan sangat tergantung pada carrier siapa yang lebih kuat, bila sang Ibu AB, maka anak-anaknya akan jadi Carrier AB. Bila janin O dan ibu AB, tidak ada saling meracuni selama Rh keduanya tidak bertolak belakang. Oh, sounds so clever dan ilmiah sekali ya jawaban saya. Padahal copas dari milis dokter umum :p

 

Dan, one more thing, walopun kedua orangtua saya berpotensi menghasilkan anak dengan semua golongan darah: O, A, B, dan AB, setelah beranjak dewasa dan akhirnya menikah, saya haqqul yaqeeen kalo saya ini anak kandung hehehe. 

 

Baiklaah. Semoga postingan saya kali ini bermanfaat untuk teman-teman. 

Jumat, 09 Maret 2012

Kura-kura Beach


Feels like a model :p


Cape, tapi seneng juga. Saya barusan pulang dari survey lokasi untuk ESA On Tour, kegiatan kampus. Skalian juga, survey ini saya jadikan ajang untuk observasi dan laporan untuk terbit di halaman English Day on Tribune sabtu ini. Begini laporan saya:


Just need to count down couple of days after today, we’re going to have long holiday enough to spend. One more wonderful place is recommended to you for spending your precious holiday. It’s Kura-Kura Beach.


When noticing the name of the beach, you may think that you will find turtle loitering around the beach. Well, actually it should be so. The manager of the beach, Charlie Robertson and Siska Robertson claimed that the beach is named Kura-Kura since turtles stopped over the beach, and then they laid eggs there. Anyway, when we observed the beach on Thursday (27/11), we found no turtles there. So, we suggest you to change your primary purpose if your want to come to the beach just to look for the turtles or merely play with them.


It seems that the beach is less of touch of decoration. But that’s the thing which make the beach doesn’t lose the feel of its natural atmosphere. The beauty of the beach is the most important thing to make it fascinating to visit by local and foreign tourist. People are still able to feel the environment ‘virgin’ of the beach which is located in Tanjung Gundul, Bengkayang Regency. However, if you maybe want to spend days and night at the beach, you still need to bring, at least, your own sleeping bag or your tent because there is no inn or hotel near the beach. No need to worry about the security. Ibu Iin and his husband who live close to the beach and take care for catering for their costumers who usually spend holiday in the beach said that Kura-Kura Beach is secure enough as one of camping destination. “The security is okay here."


Can’t wait to go there? Get your car or motorcycle now! It just takes 3 hours to reach the beach. From Pontianak to Tanjung Gundul, we will travel for about 110 kilometers. If you start your travel from Singkawang, it just takes 15 kilometers to go to the beach. You maybe will have a bit difficulty to find the gate to come in to the beach. The sign for you for not missing the place is the sign “Pantai Alam Indah” in front of the beach. After that, go through your way 3 kilometers more to reach the beach which is located behind the small hill. Have a nice vacation! (dhz)

 

Sharing idea. Sharing things. Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino