Jumat, 10 Februari 2012

Dongeng tentang Shalat



Shalat, tiang agama


Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang boleh menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, "Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti..!"

Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam......

Kemudian ketika datang waktunya magrib,temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu. 

Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi,dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!" 

Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?".

"Aku takut!",jawab setan dengan suara gemetar. 

"Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh "sujud" pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya (Sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil beredar pergi.


Sumber: Bunga Rampai, Milis sabili@yahoogroups.com

Gunam Indah Sekadau


Time is really running quickly ya. Ga berasaaa, dah mau setahun aja saya berdomisili di Sekadau. Awww, mengingat betapa sedihnya hati ketika 2 pekan setelah sah menjadi istri, harus pindah ke kabupaten kecil nan berdebu ini. Di semester pertama pernikahan, entah sudah berapa kali saya minta balik Pontianak. Masih belum terbiasa sama udara Sekadau yang gaharrr. *ini alasan yang dicaricari, aslinya sih karena di Sekadau tidak tersedia caikue panas dan empek-empek palembang huwaaa huwaaaa*.

Setahun di Sekadau, baru 1 tempat wisata yang saya kunjungi. Saya pun kurang tau juga whether or not Taman Wisata Gunam Indah ini layak disebut sebagai tempat wisata. Pertama kalinya diajak rihlah sama teman-teman sehalaqoh ketika libur nasional, tanggal 23 Januari 2012 pas lagi libur Imlek. Maka, pergilah siang itu saya ke Gunam. Ternyata, tempatnya tak terlalu jauh dari ruko tempat saya bernaung. Untuk mencapai ke sana diperlukan waktu sekitar 20 menit.

Begitu nyampe di sana, wooow lumayan takjub juga ternyata ada juga tempat semacam ini di Sekadau. Udaranya lumayan sejuk, kanan kiri pepohonan, dihiasi dengan suara air mengalir yang adem. 

Taman Wisata Gunam Indah

Berhubung di tempat ini lokasi untuk nongkrongnya agak ke atas (kalau dilihat dari gambar, saya harus melewati genangan air itu kemudian menuju ke tempat bapak yang pake baju putih itu, trus 'mendaki' sedikit ke atas), maka naiklah saya dan teman-teman ke sana. Daaan ternyata pemirsah, sayang sekali karena tampaknya Gunam yang sejuk ini telah disalahgunakan untuk tempat berdua-duaan oleh beberapa remaja dan orang dewasa yang tidak bertanggung jawab *padahal di sekitar rame orang, tapi berhubung lagi pacaran yaaah yang lain dianggap ngontrak kali yeee*

Penampakan orang pacaran

Apa-apaan banget kan. Huh, sebeeel deh. Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk nongkrong pas di depan 2 orang yang lagi peluk-pelukan di tempat umum itu. Sengaja, biar cepat kaburrr. Tapi rupanya walopun kami dan beberapa anak teman saya udah menyengaja gelar tikar di dekat mereka, ga kabur-kabur juga *tepokjidat*. Mereka baru pulang setelah ada angin kencang seperti tanda-tanda mau hujan. Ajaibnya, segera setelah mereka hengkang dari pandangan kami, anginnya jadi adem ayem lagi huehehe. Subhanallaah.

Selama di Sekadau, saya memang belum pernah diajak jalan-jalan sama suami. Suami saya tadinya bukan penduduk asli sini, selain juga karena kita memang malesss mau hunting tempat wisata di sini. Warga Sekadau macam apakah kan kamiiii hehehe. Ternyata, dari hasil googling saya setelah mampir ke Gunam hari itu, lokasi wisata di Sekadau lumayan banyak juga. Tapi kayaknya tempatnya jauuuh, malesin ah hihihi. Nanti deh kalau sewaktu-waktu akan diadakan rihlah keluarga beramai-ramai, boleh deh sesekali ikut.

Anyway, at least selama hampir setahun di Sekadau, ada 1 tempat wisata yang pernah saya kunjungi. Lumayan kan daripada tidak sama sekali :p

Rabu, 08 Februari 2012

Pantai Kijing


Saya di Pantai Kijing
Indonesia tercinta, negara agraris, negara maritim. Banyak sawahnya, banyak juga pantainya. Di Kalimantan Barat, pantainya lumayan banyak looh. Beberapa daftar pantai di Kalbar bisa teman-teman baca di blognya Eel Pecidasase yang sekitar setahun ini blognya jadi jauh lebih keren dan lebih update dari blog saya. Naaah, salah satu pantai yang belum lama ini saya kunjungi adalah Pantai Kijing

Suami di Pantai Kijing
Hari itu, 27 Desember 2011, saya dan suami memutuskan untuk pergi ke Mempawah. Rencananya sih mau ziarah ke makam kakek dan neneknya suami. Berhubung sudah lama saya ga main ke pantai, berinisiatiflah suami saya kebut teruuuus hingga 15 km ke arah utara kota Mempawah. Sampailah akhirnya kami ke Pantai Kijing. Meskipun menurut sebagian teman-teman saya Pantai Kijing bukanlah pantai yang worthed enough untuk dikunjungi, anyway ketika saya sampai di sana, Subhanallaah melihat lautan luas, angin meniup-niup jilbab biru saya yang serasi banget kan ya sama suasana pantai hihihi. Takjub rasanya.

Begitu nyampai sana, saya langsung minta difoto sama suami *bawaan profesi: mantan model. wkwkwk*. Walaupun cuman difoto pakai kamera ponsel, hasilnya lumayan oke dokeh kan? *winkwink* Kalo kata tante saya, sekilas mirip gambar yang biasa dipake buat di kalender hahaha. Di Pantai Kijing, tak lupa pula, supaya kayak anak gaul *halah* suami saya menuliskan nama kami di atas pasir, dan saya berpose seolah-olah saya sudah selesai menuliskannya. Huehuehehehe. Sungguh sesuatuh.


Menulis nama di pasir
Oh, saya baru tau rupanya pantai kijing ini dijadikan semacam track balapan motor. Hari itu tak ada orang balapan. Karena tidak ada jadwal atau karena sudah akhir tahun, atau karena hari itu bukan hari libur, I don't really know juga. Yang jelas, bagi kami track balapan ini sama sekali tidak mempengaruhi kebersamaan, kemesraan dan keromantisan kami. Cikicieew.

Sesudah berjalan berdua bergandengan tangan menyusuri pantai sembari menikmati hembusan angin siang hari, kami singgah ke kantin yang jual snack dan minuman. Kami pesan air kelapa langsung dari buahnya, supaya makin berasa suasana pantainya, dan sepiring rujak. Baru kali ini dah saya nemu pantai jualan rujak hueuehehe. Ternyata bumbu rujaknya lumayan enak looh. Untuk 1 buah kelapa dan sepiring kecil rujak yang enak itu, kami hanya membayar Rp. 15.000 saja. Lumayan laah daripada manjat kelapa sendiri kan.

Yak, sudah foto-foto, sudah jalan, sudah makan, sudah minum air kelapa, waktunya pulang. Kalau teman-teman suatu hari dikasi kesempatan untuk datang ke Kalimantan Barat, jangan lupa mampir ke Pantai Kijing yaa..

Kamis, 02 Februari 2012

Warnet AdanNi


Designed by: Abang Priana Ashri

Seharusnya postingan ini muncul di blognya Abang Priana Ashri yang notabene penanggung jawab warnet yang akan saya tulis di sini. Tapi, berhubung beliau tersebut bukan tipikal blogger yang rajin update blognya sendiri, maka biar saya aja deh yang nulisin. Tentunya dengan izin bapak yang punya warnet @ & Ni. Markilai, mari kita mulai membahas tentang Warnet @ & Ni.

Warnet ini berdiri pada 1 Agustus 2009 di Kabupaten Sekadau, kecamatan Sekadau Hilir, Desa Sungai Ringin. Letak warnet @ & Ni tepatnya di Jl. Irian no. 137. Kalo orang Sekadau asli mengenal lokasi ruko warnet ini sebagai area pasar, karena memang dekat dari pasar Sekadau. Warnet ini menempati salah 1 dari 9 pintu ruko yang dimiliki oleh Ibu Suhaeni, yang adalah bibinya Abang Priana Ashri *halah, sebut aja suami saya kenapa sih ah ihihi*. Nah, sejejeran dengan ruko yang ditempati warnet ini, ada warung bakso, distro, toko helm, toko pertanian, gerai ponsel, penjahit, sampe warung kecil sederhana dan sekedar hunian saja.

Warnet ini termasuk salah satu warnet yang awal berdiri di Sekadau. Jadi, alhamdulillaah sejak pertama diresmikan 2 tahun lalu sampai dengan sekarang, sudah ada beberapa pelanggan setia yang senantiasa memenuhi tiap bilik kecil dalam warnet ini. Berhubung kadangkala roomnya kurang, suami saya pun menambahi fasilitas wi-fi untuk yang pengen ngenet pake laptop sendiri.

Di awal berdirinya warnet ini, suami saya juga cobacoba untuk langsung sekalian ekspansi ke usaha percetakan. Yah, itung-itung juga mengimplementasikan skill design yang suami saya miliki. Hobi yang bisa menghasilkan uang kan seru, ga berasa cape kerjanya. Sehingga, jadilah @ & Ni tak cuma warnet saja, namun jadi @ & Ni group. Pertimbangannya, siapa tau kelak di masa yang akan datang, tak cuma warnet dan percetakan saja bisnis yang akan dijalankan, tapi juga usaha di bidang lain. Aamiin.

Berdirinya warnet @ & Ni, selain atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, tak lepas pula dari uluran tangan Bang Fadlie yang tubuhnya sampe terguncang demi ikut membantu Instalasi Jaringan warnet. Kisah lengkapnya boleh dibaca sendiri di blognya bangfad. Awww, setelah diliat-liat ke belakang, ternyata pengerjaan warnet ini lumayan dekat sama milad saya yang ke 22 hihihi. Oiya, kebetulan *aaah, banyak amat kebetulannya siiih yaa* Bang Fadlie itu adalah kenalan saya di plurk :D

Lalu, kenapa warnet ini dinamai @ & Ni? Sebagian dari temanteman barangkali berpikir bahwa @ & Ni adalah singkatan dari Aci @ Dini. Hihihi. Not a hundred percent wrong sih. Sekarang sudah boleh diartikan begitu :) Sejarahnya warnet ini dikasi nama @ & Ni adalah karena awalnya usaha ini merupakan usaha dengan investasi 3 saudara sepupu yang bernama: Aci, Nazwar dan Ilham. Maka, jadilah @ & Ni. Aci, Nazwar & Ilham. Tak cuma itu saja, berhubung ruko tempat eksisnya warnet ini adalah ruko milik bibi dari 3 saudara sepupu, yang kebetulan *ini kata manusia, kata Allah tak ada yang kebetulan* bernama SuhaeNi. Aci & SuhaeNi? Boleh deeeh.

Bukan itu saja filosofi di balik nama @ & Ni. Jika dilafazkan huruf per huruf, @ & Ni dibaca AdanNi. Nama kakek dari 3 saudara sepupu yang membawahi warnet ini adalah: Adeni. Mirip kaan? ;) Emang ga ada yang kebetulan deh di muka bumi ini. Eeeeh ternyata, Aci yang saat ini memegang tampuk kekuasaan *caelaaah bahasanyaaaa huahaha* warnet ini dikaruniai istri baikhati *uhuk* yang nama panggilannya Dinie. Voila! Jadilah @ & Ni itu Aci dan Dinie ihihihi.

Demikianlah sekilas tentang warnet @ & Ni. Sepertinya banyak betul kebetulan yang terjadi dalam cerita hidup kita, sebagaimana cerita mengenai awal mula berdirinya warnet @ & Ni ini. Namun, kebetulan berlaku hanya untuk manusia. Untuk Allah, sedikitpun tak ada yang kebetulan. Semua sudah dirancang dengan indah dalam Lauhul Mahfudz, tertulis rapi di buku takdir. Maka, kalau semuanya sudah terjadi atas izin dan ridho Allah, masihkah kau berhak katakan ini campur tangan manusia? Wallahualam bishowab :)

Kamis, 29 April 2010

The second longing


Well, it's already been really along time I did not do any blogging here. Missing? Surely yes. One of the factors of why I couldn't *and can't* do blogging as the previous days is: there's no internet connection in my shelter :(

The positive impact of there's nothing internet connection in my pc is that I can be more focus on finishing my thesis. Sometimes if I did my thesis, and my facebook, plurk, and twitter are online, so it would be such a great obstacles for me to handle hehe.

But anyway, to have or not to have internet connection in my own room, I am still thekupu. I am always keen on changing better, even if maybe people outside can't see the significant changing inside me.
 

Sharing idea. Sharing things. Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino