Senin, 18 Januari 2010

I am OK


Hai, people.

Alhamdulillah. I am just OK. Meskipun nafsu makan masih sedikit, tapi saya baik-baik saja. Saya sehat, dan masih berkeyakinan bahwa demam adalah sugesti. Susah juga berurusan dengan hal yang sudah benar-benar tak bisa dipaksakan. Biarlah, saya mengalah (lagi). Siapa tau kalo saya mengalah, yang lain bahagia.

Hari ini capek sekali. Padahal jam mengajar diperpendek. Tapi justru itu yang bikin capek. Karena saya harus turun naik bolak balik.

Rute tadi: mengajar - fotokopi - benerin rantai motor - having rest - bikin kisikisi - kemudian menulis di sini. Well, I am trying to be OK.

Sabtu, 16 Januari 2010

Campur


Saya berhasil bertahan hidup tanpa makan nasi selama 3 hari. Aih, baru dikit ini. Dulu aja pernah bisa *masih tetap* hidup walaupun ga makan nasi kurang lebih selama 6 bulan. Ada sih makan. Cuman, dalam waktu 3 bulan, paling 3 sendok nasi aja yang bisa masuk mulut. Sisanya, GA NAPSU MAKAN. Makanan lain juga tak menimbulkan selera makan yang signifikan.

Laper sih iya. Tapi ketiadaan nafsu makan telah berhasil mengalahkan rasa lapar. Daripada saya ambil makan, atau beli makanan trus ga abis, kan mubazir. Yah, anggap saja ini terapi nurunin berat badan hehe.

Nah, kali ini saya ga makan karena: GA NAPSU MAKAN. Dan saya ga napsu makan karena: SAKIT. Saya sakit karena? Saya sakit karena menahan rasa ini. Rasa yang dilarang.

Ditambah lagi, saya sekarang ga bisa tidur. Gara-gara penasaran. Padahal saya sudah berkali-kali ngasi tau, kalau saya penasaran, saya susah banget tidur. Yaaah, masih dibikin penasaran juga. Kalo yang saya pengen tau bisa dicari di google sih gapapa.

Campuran dari GA NAPSU MAKAN + SAKIT + NAHAN RASA + PENASARAN = ?

Liat aja besok. Kalau besok saya masih bisa posting tulisan, artinya ga ada hal buruk terjadi pada saya. Tapi, kalau besok tulisannya masih tulisan ini, barangkali saya tambah sakit.

Semoga saya cepat sembuh. Dan maaf kalo tulisan ini bikin badmood. Harap dimaklumi. Barangkali ini juga efek dari Campuran tadi.

Jumat, 15 Januari 2010

Tempat sepi


Adakah yang bisa memberitau saya, kemana saya harus pergi? Saya sedang ingin menuju sebuah tempat sepi, yang tak ada seorang pun yang bisa mendengar suara saya.

Mengucapkan selamat tinggal pada perasaan yang sudah lelah saya tahan-tahan, yang sebagian ungkapannya hanya bisa keluar melalui air mata.

Saya ingin menyendiri sebentar saja. Jauh dari suara-suara bising dan aroma-aroma rasa menyesakkan dada. Tolong beritau kemana saya harus pergi.

Kamis, 14 Januari 2010

Ikhlas


"Amiin... Alangkah lebih baiknya doa n amal seorang hamba hanya di dengar dan di lihat Allah swt semata"

Itu adalah kutipan komen dari status seorang teman di facebook. Seneng banget bacanya :) Seakan mewakili apa yang selama ini ingin saya katakan, tapi tak terkatakan saat menjadi 'pemirsa pasif' di facebook.

Sayang banget ya ga bisa klik 'like' di komen orang hehe. Anyway, I love the comment. Status temen saya itu, intinya ya sebaris kalimat yang mengabarkan harapan agar amalan yang dikerjakannya hari ini bernilai kebaikan. Dan dikasi komen kayak begitu sama salah satu temannya yang bikin status. Oh ho. Good comment to share ^_^.

Kamis, 19 November 2009

Menanti Pinangan



Abdurrahman bin Auf berkata kepada Ummu Hakim binti Qarizh, "Maukah kamu menyerahkan urusanmu kepadaku?" Ia menjawab, "Baiklah." Ia berkata, "Kalau begitu, baiklah kamu saya nikahi." (HR Bukhari).

"… dan tidak berdosa kamu meminang wanita-wanita itu dengan sendirian atau kamu menyembunyikan (keinginan menikahi mereka) dalam hatimu …." (Al-Baqarah: 235).

Hadis di atas menerangkan bahwa Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat Rasulullah saw. datang kepada Ummu Hakim, salah seorang perempuan sahabat Nabi saw. Kepada perempuan itu Abdurrahman bin Auf meminta untuk menyerahkan urusan mencari calon suami dan pernikahannya kepada dirinya. Ummu Hakim kemudian menyerahkan hal itu kepada Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman pun mengatakan kepada Ummu Hakim bahwa dia sendiri yang menikahinya.

Hadis di atas menjelaskan bahwa Abdurrahman memilih sendiri Ummu Hakim sebagai istrinya dan tidak dijodohkan atau dipilihkan orang lain.

Seseorang yang ingin menikah dibenarkan oleh Islam mencari sendiri calonnya, bahkan boleh menikahkan dirinya sendiri kepada perempuan yang dinikahinya, seperti yang dilakukan oleh sahabat Abdurrahman bin Auf. Pernikahan seperti ini sah karena perbuatan Abdurrahman tidak pernah disalahkan oleh para sahabat atau Nabi saw.

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa seorang perempuan yang ingin menikah boleh berlaku pasif untuk mendapatkan jodohnya. Ia menanti pinangan seorang laki-laki yang datang bermaksud menjadikan dirinya sebagai istri.

Seorang perempuan yang menanti pinangan haruslah tetap menjaga ketentuan agama mengenai sifat laki-laki yang baik menjadi suami. Ini bertujuan supaya kelak ia tidak terjerumus ke dalam kehidupan rumah tangga yang merugikan dirinya. Ia tidak seharusnya tergesa-gesa menerima pinangan sebelum melakukan penelitian dengan baik dan melakukan istikharah serta minta pertimbangan kepada orang-orang yang jujur. Selain itu, dalam masa penantian, ia perlu berdoa dan melakukan ibadah sunah, seperti puasa Dawud, bersedekah, dan salat hajat agar diberi kemudahan oleh Allah dalam mendapatkan jodoh.

Islam membenarkan seseorang memilih sendiri calon suami atau calon istrinya. Cara ini sudah berjalan berabad-abad dan tetap dipertahankan oleh Islam sebagai tatanan yang benar. Sebaliknya, wanita dibenarkan menanti pinangan dari seorang laki-laki. Oleh karena itu, tidaklah tercela seorang perempuan bersikap pasif dalam mencari jodoh, karena hal tersebut juga tidak terlarang oleh Islam.

source: html bungarampai di tubuh lappy.
 

Sharing idea. Sharing things. Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino